Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melestarikan Tradisi Menenun Lewat Festival Begawe Jelo Nyesek

📅 Minggu, 28 Jul 2024, 17:15 WIB | Oleh:

Berdasarkan data, jumlah perajin tenun di Desa Sukarara mencapai 3.200 orang, sedangkan yang tidak menjadi perajin tenun dari total penduduk Desa Sukarara sebanyak 3.500 keluarga. Sementara itu, perajin kain tenun Desa Sukarara Ramilah mengatakan kain tenun yang dihasilkan ini bisa dijadikan bahan baju adat, pakaian kerja, dan bahan baku pembuatan tas. Harga kain tenun tersebut bervariasi, tergantung dari motif dan jenis kain yang dibuat. Harganya pada kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah per lembar. Keahlian membuat kain dilestarikan secara turun-temurun. Belajar membuat kain tenun tradisional itu membutuhkan waktu cukup lama sehingga sejak ketika anak mulaimenginjak dewasa, para ibu mengajarkan cara membuat kain tenun kepada anak perempuannya.

Pada tahap awal belajar menenun membutuhkan ketekunan. Kain tenun yang dibuat pada tahap itu adalah kain tenun polos. Setelah lancar dalam membuat kain tenun polos, baru dilanjutkan dengan membuat kain tenun bermotif. Untuk menghasilkan kain tenun membutuhkan waktu 1 bulan hingga 3 bulan, tergantung dari motif dan ukuran lain tenun yang dibuat. "Semakin banyak motif kain tenun yang dibuat, waktu pembuatannya kian lama. Kain tenun polos saja bisa 1 bulan untuk satu kain," kata Ramilah. Lombok Tengah membukukan rekor Muri atas keberhasilan penyelenggaraan Festival Begawe Jelo Nyesek di Desa Wisata Sukarara pada 2023. Rekor itu diberikan atas keberhasilan menyelenggarakan Festival BegaweJelo Nyesek, yang merupakan budaya masyarakat untuk melestarikan tradisi tenun di Desa Wisata Sukarara.

Festival Begawe Jelo Nyesek itu dihadiri 2.023 penenun, yang merupakan warga Desa Wisata Tenun Sukarara, Kecamatan Jonggat. Penghargaan itu diharapkan bisa memacu semangat para penenun untuk terus menenun sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Lombok Tengah. Para penenun diminta terus mempertahankan kualitas kainyang dihasilkan agar hasil karya kaum perempuan tersebut memiliki nilai tambah tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah desa dan daerah harus proaktif memberdayakan para perempuan perajin kain tenun, terutama dalam menyiapkan pasar terhadap produk kerajinan mereka. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Disnaker Kota Depok Berangk...

BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan

2 jam lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 ...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.