Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentaskan Wayang Potehi hingga di Markas UNESCO

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Pentaskan Wayang Potehi hingga di Markas UNESCO Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo Basuki Utomo
Ket. Para pemain cilik grup Wayang Potehi Indonesia, dari Gudo, Jombang

Keberadaan dalang dan para pemain musik tidak bisa dipisahkan dari setiap pertunjukan kesenian Wayang Potehi. Mengingat pentingnya peran ini, pendiri Museum Wayang Potehi di Gudo, Jombang, yang sekaligus ketua Yayasan Kelenteng Hong San Kiong, Toni Harsono, juga melatih beberapa orang untuk menjadi dalang dan pemain alat musik pengiring Wayang Potehi.

Dalam satu grup pentas, dibutuhkan 5 orang yang terdiri dari 1 dalang, 1 asisten dalang dan 3 orang pemain alat musik tradisional.

Salah satu dalang andalan grup kesenian Potehi Indonesia dari Kelenteng Hong San Kiong adalah Widodo Santoso, warga Dusun Ndayangan, Desa Genok Watu, Ngoro, Jombang. Sebelum terjun ke pentas seni tradisional Tiongkok ini, ia sebelumnya bekerja serabutan seperti buruh pabrik dan berjualan bakso.

Widodo mulai mengenal kesenian Wayang Potehi pada tahun 1993 karena ia tinggal di dekat sebuah keleteng di Blitar. Karena dekat dengan lingkungan tersebut, maka akhirnya ia belajar dari dalang setempat.

"Karena sering nonton di kelenteng jadi suka. Kakak saya juga pemain musik Potehi, sehingga tertarik jadi dalang, lalu mulai belajar pada 2001 dan keterusan sampai sekarang," tutur dia. "Waktu pentas di Gudo, sehingga kenal Pak Toni, dan kemudian diajak membangun Potehi di Jombang," imbuh dia.

Pria berusia 52 tahun ini menjelaskan, rata-rata ia mementaskan Wayang Potehi 6 bulan dalam setahun, dengan berkeliling dari kelenteng ke kelenteng dan melanjutkan ceritanya setiap hari. "Jika sedang tidak ada pentas, saya membantu membuat panggung, menjahit baju wayang dan peralatan properti Potehi," ungkap dia.

Dalang cilik

Selain Widodo yang telah melanglang buana mementaskan Wayang Potehi hingga di markas UNESCO di Paris, Prancis, dan Festival Tong Tong di Den Haag, Belanda, grup kesenian Potehi Indonesia, Gudo, juga memiliki seorang dalang cilik berbakat. Dalang cilik itu bernama Rasya Muhammad Atahya, 9 tahun.

Kecintaan siswa kelas 3 sekolah dasar ini terhadap Wayang Potehi bermula saat ia diajak oleh seorang sepupu menonton pentas Potehi di Kelenteng Gudo.

"Awalnya senang karena lihat corak baju-baju wayangnya, lalu tanya-tanya nama wayang, dan semakin tertarik. Mulai Februari 2023 saya mulai belajar menjadi dalang," ungkap dia.

Rasya yang kini telah menguasai sejumlah cerita, termasuk Sin Jin Kui yang mengisahkan perang Kerajaan Tong Tio melawan Kerajaan See Liang, awalnya tidak percaya diri bermain sebagai dalang.

"Awalnya malu, semakin sering pentas semakin berani. Orang tua juga senang saya memiliki keterampilan ini," ucap dia.

Bocah yang telah menjalankan tur luar kota pertamanya ke Semarang ini mengaku tetap seperti anak kecil pada umumnya. "Masih senang main game di ponsel, tapi sekarang lebih suka mendalang," ungkap dia.

Selain Mulyono dan Rasya, Grup Potehi Indonesia, juga dilengkapi para pengiring musik.. Mereka adalah Anil Muttaqien, peternak sapi dan tani di sawah sebagai dalang, Herlambang, mahasiswa STIE PGRI Dewantara Jombang, yang bertugas sebagai pemain terompet dan seawlo, alat gesek biola; Rico siswa SMPN 1 Gudo, pemain tambur atau donggo; dan Khudori Alwi, siswa SMK Al Asyari, pemain twalo (gong kecil). SB/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

21 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.