Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Tegaskan Air Olahan PLTN Sesuai Standar Keamanan Internasional

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Tegaskan Air Olahan PLTN Sesuai Standar Keamanan Internasional Doc: Antara/Kyodo
Ket. Foto udara yang diambil pada 24 April 2023 oleh Kyodo News ini memperlihatkan PLTN Fukushima Daiichi di Prefektur Fukushima, Jepang timur laut.

Jakarta - Pemerintah Jepang kembali menegaskan bahwa pelepasan air olahanAdvanced Liquid Processing System(ALPS) dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN)Fukushima telah memenuhi standar keamanan internasional.

Tanggapan dari Pemerintah Jepang tersebut muncul setelah Korea Utara mengatakan bahwa Jepang membuat klaim yang "mengada-ada" bahwa air olahan ALPS tersebut telah diolah dengan aman.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan bahwa Jepang sangat kecewa dengan Korea Utara yang mengatakan hal yang tidak benar tentang pelepasan air olahan ALPS ke laut, menurut keterangan dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Kamis.

"Laporan komprehensif IAEA(Badan Tenaga Atom Internasional) yang diterbitkan padaJuli tahun lalu menyimpulkan bahwa pelepasan air olahan ALPS ke laut telah memenuhi standar keamanan internasional yang relevan dan memiliki dampak yang dapat diabaikan terhadap manusia dan lingkungan," kata Hayashi.

Hayashijuga mengatakan bahwa data yang dipantau itu telah dipublikasi dengan segera dan secara transparan setelah pelepasan air olahan ALPSdari PLTN Fukushima itu dimulai. Dia menambahkan bahwa tidak pernah ada masalah dari sudut pandang ilmiah.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa Jepang telah mendapatkan dukungan dan pemahaman dari masyarakat internasional mengenai pelepasan air olahan ALPS tersebut.

"Kami akan terus menjelaskan dengan seksama kepada masyarakat internasional mengenai upaya Jepang terkait pelepasan air olahan ALPS ke laut dan hasil pemantauan," ujarnya.

Sebelumnya pada Rabu (10/7), Korea Utara mengatakan bahwa tingkat radioaktif dekat pembangkit listrik Fukushima telah meningkat sejak pembuangan air olahan tersebut dan mengecam Jepang karena membuat klaim yang "mengada-ada" bahwa air olahan ALPS tersebut diolah dengan aman.

"Umat manusia tidak dapat menghindari bencana nuklir yang mengerikan akibat tindakan Jepang yang memalukan dan tidak bertanggung jawab karena membuang air terkontaminasi nuklir," kata pernyataan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Diketahui bahwa pemerintah Jepang telah melepaskan air olahan ALPS dari PLTN Fukushima ke laut yang dilakukan dengan seksama sejak Agustus 2023, serta hal itu telah dilaksanakan secara aman dan terencana berdasarkan standar keamanan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.