Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS: Pekerja Usia Produktif di Sektor Formal Harus Diperbanyak

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 19:35 WIB | Oleh:
BPS: Pekerja Usia Produktif di Sektor Formal Harus Diperbanyak Doc: muhammad marup
Ket. Pelaksana tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti (kiri) dan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Bonivasius Prasetya Ichtiarto (kedua kiri) dalam acara Press Briefing Peringatan Hari Kependudukan Dunia 2024, di Jakarta, Kamis (11/7).

JAKARTA - Pelaksana tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pekerja usia produktif di sektor formal mesti diperbanyak. Hal tersebut penting dalam rangka memperpanjang masa bonus demografi Indonesia.

"Ada kebijakan yang memperpanjang bonus demografi. Memastikan bahwa usia produtkfi memperoleh pekerjaan yang layak, bukan kerja informal," ujar Amalia, dalam acara Press Briefing Peringatan Hari Kependudukan Dunia 2024, di Jakarta, Kamis (11/7).

Dia menerangkan, berdasarkan data BPS pekerja sektor informal jumlahnya sebesar 59 persen. Besarnya struktur sektor informal menyebabkan perekonomian Indonesia lebih rendah.

Amalia menambahkan, bonus demografi tidak sekadar rasio usia produktif dan non produktif. Menurutnya, harus betul dipastikan agar usia produktif bisa mendukung usia non produktif, salah satunya dengan bekerja di sektor formal.

"Jadi bukan hanya bekerja, tapi bekerja di sektor lebih formal, mendapat pendapatan lebih layak dan kesejahteraan hidup lebih berkualitas," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan, puncak bonus demografi pertama sudah terjadi pada 2020. Adapun saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang akan berakhir antara tahun 2035 sampai 2040.

"Siklus bonus demografi akan terjadi lagi dalam rentang waktu yang lama. Sekarang kita harus mengoptimalkannya," terangnya.

Dia menambahkan, pemerintah mengupayakan penduduk lanjut usia (lansia) agar tidak membebani negara dengan memastikan produktivitas ekonomi dan kesehatannya. Hal tersebut dalam rangka mempersiapkan bonus demografi tahap kedua.

"Kita fokus bonus demografi tahap kedua agar lansia produktif minimal untuk diri sendiri. Kita mengupayakan usia 64 tahun ke atas secara ekonomi dan kesehatan. Jadi kalau kesehatan prima maka dia juga tidak akan membebani ekonomi negara," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

28 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.