Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pohon Bakau Tumbuh Semakin ke Utara

📅 Senin, 08 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Pohon Bakau Tumbuh  Semakin ke Utara Doc: AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN

Perubahan iklim yang semakin menghangatkan wilayah subtropis turut mengubah lanskap pantai. Akibatnya, pohon bakau yang biasa tumbuh di wilayah hangat, kini justru dapat tumbuh jauh ke utara.

Tumbuhan bakau yang merupakan bagian dari ekosistem mangrove, memiliki fungsi ekologis yaitu mencegah erosi pantai, menyerap sejumlah besar karbon, dan menyediakan habitat yang berharga bagi ikan dan burung. Selain itu bakau juga dapat membangun daratan dengan memerangkap sedimen dan melindungi garis pantai dari erosi, gelombang, dan badai.

Hutan bakau telah lama melindungi pantai dari badai, siklon, dan tsunami, yang menurut para peneliti lebih mematikan di sepanjang pantai tanpa pepohonan yang melilit. Hutan bakau juga menangkap sejumlah besar karbon.

Ada lebih dari 70 spesies hutan bakau, yang beradaptasi dengan habitat panas dengan tanah rendah oksigen. Mereka menyaring hampir semua garam yang masuk ke akar mereka dan tumbuh subur di tempat-tempat yang hanya dapat ditumbuhi sedikit tanaman lain.

Di dunia, bakau hanya tumbuh di wilayah tropis dan subtropis, di tempat-tempat yang tidak mengalami pembekuan berkala yang dapat mencegah tanaman tumbuh subur. Oleh karena itu hutan bakau seharusnya tidak berada di Pulau Merritt, tetapi sejak dua dekade lalu, ahli ekologi Ilka C Feller muncul di sana pada tahun 2002, ia justru menemukannya.

Feller datang ke Pulau Merritt karena mendengar tentang sebuah tanaman yang tumbuh di pantai pulau yang berada di Atlantik Florida dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pulau itu berada a di tengah-tengah antara Miami dan perbatasan selatan Georgia.

Sebelumnya ia tidak mengetahui jika tanamanan dimaksud adalah bakau, pohon yang biasa tumbuh subur di air asin dan tumbuh di sepanjang tepi laut. Akar pohon membentuk jalinan yang menjulur beberapa kaki dari air, dan batang serta cabangnya yang tipis dan berwarna cokelat keemasan menjulang ke atas hingga ke kanopi daun yang lebat iok.

Feller kemudian berkendara ke Taman Negara Bagian Tomoka, sekitar 70 mil lebih jauh ke utara di sepanjang pantai Atlantik. Seorang penjaga taman memberi tahu Feller bahwa tidak ada hutan bakau di sana, tetapi dia memutuskan untuk tetap mencarinya.

Benar saja, beberapa ratus meter melewati pos jaga, ia menemukan semak bakau kecil menghiasi rawa asin. Keesokan paginya, ia berkendara sejauh 40 mil ke utara menuju St. Augustine, Florida, yang hanya berjarak 60 mil di selatan garis Georgia, dan ia juga menemukan beberapa bakau terisolasi di sana.

Selama 20 tahun berikutnya, Feller dan rekan-rekannya mendokumentasikan migrasi bakau ke arah kutub di Amerika utara sebagai contoh pergeseran batas wilayah subtropis. Sejak 1980, dunia telah kehilangan lebih dari 35 persen bakau karena pembangunan, polusi, dan cuaca ekstrem. Di beberapa bagian Florida selatan, lebih dari 50 persen telah hancur.

Namun, di Florida utara, di Pantai Timur, luas bakau telah berlipat ganda. Di Australia, pohon-pohon tersebut bermigrasi dari timur ke barat, bukan ke arah kutub. Di Brasil, bakau merayap ke pedalaman karena naiknya permukaan laut mendorong air asin lebih dalam ke pedalaman. Sedangkan di Afrika Selatan, bakau bermigrasi ke selatan, memperluas batas wilayah subtropis seperti di Florida.

Tidak jelas seberapa jauh mangrove akan bergerak. Namun migrasi tersebut memberi gambaran masa depan seiring dengan meningkatnya suhu, perubahan pola cuaca, dan naiknya permukaan air laut. Dan penemuan-penemuan terkini telah mengubah hampir semua yang dipikirkan para ilmuwan tentang pergerakan mereka.

Feller yang telah penulis lebih dari 700 makalah, termasuk studi yang melibatkan kerja lapangan di Arab Saudi, Brasil, dan Indonesia, dan ia secara luas dianggap sebagai pelopor ekologi mangrove eksperimental.

Pada awal tahun 2000-an, Feller mulai mencatat mangrove yang ia temukan di utara St. Augustine, di ruang antara dua jenis habitat yang berbeda, sebuah transisi ekosistem yang dikenal sebagai ekoton. Di wilayah ini, ia dapat menemukan petunjuk tentang bagaimana garis pantai akan berubah saat pembekuan berkurang dan badai menjadi lebih sering.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Masuk...
Nasional
Menkeu Katakan Belanja Nega...
Olahraga
Mathew Baker Jadi Debutan T...
Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Gel...
Olahraga
Jonatan Christie Amankan Te...

Sabar dan Reza Sukses Menembus Semifinal

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar dan Reza Sukses Menem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.