Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dedi Mulyadi Sebut Pohon di Gasibu Hilang karena Halaman Gedung Sate Ditata

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 06:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dedi Mulyadi Sebut Pohon di Gasibu Hilang karena Halaman Gedung Sate Ditata Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan layar deretan pohon di sisi Timur Lapangan Gasibu Bandung dari google maps yang diambil 2024.

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menyebut hilangnya vegetasi di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, berupa pohon Angsana kecil akibat penataan kawasan halaman Gedung Sate-Gasibu dengan dengan pohon Asem Jawa yang lebih produktif dan lingkungan. 

"Oh iya (terdampak), pohonnya pohon kecil, bukan pohon besar ya. Pohonnya, pohon Angsana dan diganti dengan pohon yang lebih banyak lagi dan sudah ditanam dan sudah tumbuh. Jadi satu pohon diganti oleh 50 pohon. Silakan dicek tuh pohonnya sudah hidup sekarang di belakang Gedung Sate," ujar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bandung, Rabu (05/8).

Dedi Mulyadi memaparkan pemindahan keberadaan pohon Angsana di ruang publik tepi jalan didasari oleh pertimbangan ilmiah keberlanjutan dan daya dukung ekosistem hayati.

Menurutnya, karakter tanaman Angsana memiliki kelemahan mendasar dalam konservasi air serta kurang mendukung habitat fauna perkotaan jika dibandingkan dengan pohon seperti Asem Jawa.

"Angsana itu kan pohon yang, menurut saya, malah harus diganti.  Karena ketika angsana itu ada di pinggir jalan, dia tuh menyerap air bukan menghasilkan air," ujar Dedi.

Selain masalah daya serap air tanah, keberadaan angsana juga dinilainya kurang bersahabat bagi kelangsungan ekosistem keanekaragaman hayati, khususnya sebagai tempat bersarang burung-burung liar di kawasan perkotaan.

Oleh karena itu, Pemprov Jabar kini secara masif mengalihkan fokus penanaman pada komoditas pohon peneduh yang memiliki nilai guna ekologi jangka panjang.

"Dan burung itu enggak bisa tinggal di Angsana, makanya sekarang diganti oleh kita, kita banyak tanam pohon Asem Jawa sekarang ya," tutur Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, sejumlah pohon besar di area Lapangan Gasibu diduga turut ditebang buntut proyek penataan halaman depan Gedung Sate.

Pengerjaan proyek itu masih berlangsung. Sejumlah pagar penutup proyek juga nampak masih berdiri kokoh, utamanya menutup area Jalan Diponegoro depan Gedung Sate.

Namun sebagian pengerjaan sudah ada yang bisa diakses publik, yakni jalur baru Jalan Sentot Alibasyah. Lokasi jalur tersebut ada di sisi timur Lapangan Gasibu. Dulunya Jalan itu hanya dua jalur tapi kini menjadi tiga jalur.

Lalu yang jadi sorotan adalah keberadaan sejumlah pohon besar yang dulunya tumbuh di sisi timur Lapangan Gasibu tersebut. Pohon-pohon itu hilang seiring dibukanya jalur baru Jalan Sentot Alibasyah itu.

Dari pantauan Google Maps dengan waktu yang diatur ke sebelum jalur baru itu ada, memang terlihat deretan pohon di sisi Timur Lapangan Gasibu. Masih belum diketahui apakah pohon-pohon tersebut yang dimaksud Dedi atau pada titik lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Megapolitan
Pemprov Banten Beri Bantuan...
Daerah
Pemprov Gorontalo Beri Bant...
Daerah
Revitalisasi Cagar Budaya J...
Megapolitan
Gubernur DKI Jakarta Akan E...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.