Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya Atasi Perubahan Iklim yang Minim Berdampak pada Kesehatan Mental

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Upaya Atasi Perubahan Iklim yang Minim Berdampak pada Kesehatan Mental Doc: AFP/PEDRO PARDO
Ket. Dua orang pria berjalan melewati logo sambutan Pertemuan Tahunan Para Juara Baru Forum Ekonomi Dunia (AMNC24) di Dalian, Provinsi Liaoning, Tiongkok, Selasa (25/6).

SINGAPURA - Pada tahun 2050, 70 persen remaja dunia akan tinggal di perkotaan. Namun, kehidupan perkotaan menjadi faktor risiko buruknya kesehatan mental di kalangan remaja, karena meningkatnya kesenjangan membuat mereka terpapar pada kesengsaraan seperti kemiskinan dan kekerasan yang berdampak pada kesejahteraan mereka.

Demikian disampaikan para ilmuwan dalam Pertemuan Tahunan Para Juara Baru Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Dalian, Tiongkok, Rabu (26/6). Dikutip dari The Straits Times, saat ini, satu dari tujuh remaja di seluruh dunia hidup dengan kondisi kesehatan mental.

Menurut Ketua Departemen Kesehatan Mental di Universitas Johns Hopkins, Pamela Collins, obat yang mujarab untuk mengatasi hal ini terletak pada generasi muda yang memiliki hubungan berkualitas dengan komunitasnya.

"Urbanisasi yang pesat merupakan penyebab kesenjangan, dan kesenjangan yang besar ini membuat masyarakat dihadapkan pada kesengsaraan, mulai dari kemiskinan dan kekerasan. Hal ini tentu saja merusak kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Bagaimana percepatan urbanisasi dan perubahan iklim berkontribusi terhadap peningkatan gangguan emosional di kalangan generasi muda dibahas pada sesi panel WEF.

Hasilkan Solusi

Pertemuan ini mengumpulkan lebih dari 1.600 pemimpin dari kalangan bisnis, pemerintah, masyarakat sipil, dan organisasi internasional, untuk menghasilkan wawasan dan solusi yang dapat diterapkan yang dapat memacu dan mempertahankan momentum ekonomi positif secara global. Sesi panel bertajuk Less Tech, More Play, dimoderatori oleh editor The Straits Times, Jaime Ho.

Collins mengatakan dalam studinya tentang menjadikan kota ramah kesehatan mental bagi remaja dan dewasa muda, dia berkonsultasi dengan para ahli tentang bagaimana aspek kehidupan perkotaan dapat dibentuk agar memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan remaja dan masa dewasa.

Mereka menemukan sebuah kota dapat dianggap ramah kesehatan mental bagi remaja hanya jika generasi muda dapat membina hubungan yang berkualitas dengan komunitasnya.

"Oleh karena itu, kota perlu membekali generasi muda dengan keterampilan, peluang, dan tempat yang dibutuhkan untuk membangun dan memelihara hubungan sosial yang sehat," kata Collins.

Dia menambahkan transformasi kota untuk mendukung kesehatan mental remaja sejalan dengan tujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

"Prinsip-prinsip kota berkelanjutan adalah jenis prinsip yang sama yang mendukung kesehatan mental secara umum. Ini berarti tidak meninggalkan seorang pun, mengakhiri kemiskinan, memastikan hak dan kesempatan yang sama, dan memastikan orang-orang memiliki akses terhadap pendidikan, ketahanan pangan, dan perumahan," kata Collins.

"Prinsip-prinsip ini termasuk beradaptasi terhadap perubahan iklim," tambahnya.

Sentimennya juga diamini oleh Emma Lawrance, yang mengatakan kesehatan mental remaja bergantung pada koneksi dalam konteks sosial dan lingkungan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Bulog Bandung Jamin Stok Be...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Buka ...
Ekonomi
YLKI Desak Pemerintah Turun...

Menhub dan Gubernur Jakarta Resmikan Stasiun JIS

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Megapolitan
Menhub dan Gubernur Jakarta...

Raisa Tampil di KBS, Penonton Korea Terpesona

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Rona
Raisa Tampil di KBS, Penont...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.