Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Setuju Mengundang Kembali Inspektur Badan Energi Atom Internasional untuk Pelucutan Nuklir

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Iran Setuju Mengundang Kembali Inspektur Badan Energi Atom Internasional untuk Pelucutan Nuklir Doc: Istimewa
Ket. Vance mengatakan bahwa hal itu merupakan “tonggak penting bagi rakyat Amerika dan langkah pertama dalam mengakhiri secara permanen program senjata nuklir di Iran”.

BURGENSTOCK - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengatakan Iran telah setuju untuk mengundang kembali inspektur Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency) ke negara mereka.

“Ini mungkin hal yang paling membuat kami sebagai warga Amerika bersemangat,” kata Vance kepada wartawan di Bürgenstock, seraya mengkonfirmasi bahwa ia akan kembali ke AS sementara negosiasi teknis di Swiss berlanjut.

Dari The Guardian, berbicara tentang kembalinya inspektur IAEA, Vance mengatakan bahwa hal itu merupakan “tonggak penting bagi rakyat Amerika dan langkah pertama dalam mengakhiri secara permanen program senjata nuklir di Iran”.

Sementara itu, Tiongkok menyambut baik dimulainya pembicaraan lanjutan antara Iran dan AS mengenai nota kesepahaman, kata Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam pertemuan pada hari Senin dengan pejabat keamanan senior Iran di India.

“Mempertahankan dan menerapkan Nota Kesepahaman akan membantu mengkonsolidasikan gencatan senjata yang telah susah payah diraih, membuka prospek baru bagi hubungan Iran-AS,” kata Wang, menurut pernyataan dari kementeriannya.

Wang mengatakan bahwa Tiongkok mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan martabatnya serta meningkatkan hubungan dengan negara-negara Teluk dan kawasan, seraya menambahkan bahwa Beijing bersedia memberikan bantuan untuk memulihkan perdamaian regional.

Para analis mengatakan Tiongkok telah memperoleh banyak keuntungan dari perang AS-Israel di Iran, yang menunjukkan keterbatasan kekuatan Amerika di luar negeri. Pengaruh diplomatik Beijing tumbuh setelah mempromosikan dirinya sebagai pendukung perdamaian selama konflik dan kenaikan harga minyak lebih merugikan AS daripada Tiongkok, yang cadangan bahan bakar fosil dan bauran energi yang beragam melindunginya dari dampak terburuk guncangan minyak akibat penutupan efektif Selat Hormuz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.