Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Lambatnya Permintaan AS

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Lambatnya Permintaan AS Doc: CNA/REUTERS/Angus Mordant
Ket. Matahari terlihat di balik dongkrak pompa minyak mentah di Permian Basin di Loving County, Texas, AS, 22 November 2019.

TOKYO - Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada hari Kamis (27/6) karena peningkatan mendadak dalam stok minyak di AS memicu kekhawatiran tentang lambatnya permintaan dari konsumen minyak utama, meskipun kekhawatiran potensi perluasan perang Gaza dapat mengganggu pasokan di Timur Tengah membatasi penurunan tersebut.

Harga minyak mentah Brent turun 30 sen, atau 0,4 persen, menjadi $84,17 per barel pada pukul 00.28 GMT (pukul 07.28 WIB). Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 32 sen, atau 0,4 persen, menjadi $80,58 per barel.

Kedua tolok ukur tersebut telah menetap sedikit lebih tinggi pada hari Rabu (26/6).

"Peningkatan persediaan minyak mentah dan bensin di AS membebani pasar karena kekhawatiran melemahnya permintaan," kata Tsuyoshi Ueno, ekonom senior di NLI Research Institute.

"Tetapi pasar berada dalam situasi tarik-menarik, didukung oleh prospek bahwa eskalasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah dapat menghambat pasokan," tambahnya.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan lonjakan stok minyak mentah AS sebesar 3,6 juta barel pekan lalu, mengejutkan para analis yang disurvei oleh Reuters yang memperkirakan penurunan stok minyak mentah sebesar 2,9 juta barel.

Stok bensin AS juga naik 2,7 juta barel, dibandingkan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan 1 juta barel.

Pasokan produk bensin kendaraan bermotor, yang mewakili permintaan, turun sekitar 417.000 barel per hari pada minggu lalu, menjadi 8,97 juta barel per hari. Rata-rata permintaan dalam empat minggu adalah sekitar 2 persen di bawah tingkat tahun lalu.

Ueno mengatakan lemahnya konsumsi meskipun puncak musim mengemudi di AS pada musim panas telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang.

Di Timur Tengah, ketegangan lintas batas antara Israel dan Hizbullah Lebanon telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan perang besar-besaran Israel-Hizbullah yang dapat menarik kekuatan regional lainnya, termasuk produsen minyak utama Iran.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan negaranya berdiri dalam solidaritas dengan Lebanon dan meminta dukungan negara-negara kawasan.

Sementara itu, pasukan Israel menggempur beberapa daerah di Gaza pada hari Rabu, dan penduduk melaporkan pertempuran sengit semalam di Rafah di selatan daerah kantong Palestina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.