Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendiri WikiLeaks Dibebaskan dari Penjara di Inggris

📅 Rabu, 26 Jun 2024, 00:01 WIB | Oleh:

Keluarga Assange menyatakan terima kasih atas kebebasannya, termasuk ibunya Christine Assange yang mengatakan dalam pernyataan yang dimuat media Australia bahwa dia "bersyukur bahwa cobaan berat yang dialami putra saya akhirnya segera berakhir."

Istrinya, Stella, mengucapkan terima kasih kepada para pegiat. "Kata-kata tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih kami yang sebesar-besarnya," ujarnya lewat X.

Assange bertemu istrinya ketika dia bersembunyi di kedutaan Ekuador di London, dan kemudian menikahinya dalam sebuah upacara di penjara. Mereka sekarang memiliki dua anak kecil.

Pengumuman kesepakatan itu terjadi dua minggu sebelum Assange dijadwalkan hadir di pengadilan di Inggris untuk mengajukan banding atas keputusan yang menyetujui ekstradisinya ke Amerika Serikat.

Assange telah ditahan di penjara Belmarsh dengan keamanan ketat di London sejak April 2019.

Dia ditangkap setelah menghabiskan tujuh tahun di kedutaan Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, di mana dia menghadapi tuduhan pelecehan seksual yang akhirnya dibatalkan.

Materi yang ia rilis melalui WikiLeaks termasuk video yang menunjukkan warga sipil terbunuh oleh tembakan helikopter tempur AS di Irak pada tahun 2007. Korbannya termasuk dua jurnalis Reuters.

Amerika Serikat menuduh Assange berdasarkan Undang-Undang Spionase 1917. Para pendukungnya telah memperingatkan bahwa hal ini berarti dia bisa dijatuhi hukuman 175 tahun penjara.

Kesepakatan pembelaan ini tidak sepenuhnya tidak terduga. Presiden Joe Biden berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk membatalkan kasus yang sudah lama terjadi terhadap Assange.

Pada bulan Februari, pemerintah Australia mengajukan permintaan resmi mengenai hal ini dan Biden mengatakan dia akan mempertimbangkannya, sehingga meningkatkan harapan di kalangan pendukung Assange bahwa cobaan beratnya akan berakhir.

Di jalan-jalan Sydney, Nish Veer, seorang manajer bisnis TI berusia 41 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa Assange telah "melakukan sesuatu yang membuat marah banyak orang, tentu saja... semacam itu?"

John Blanco, 64 tahun, mengatakan dia sangat senang Assange kembali ke Australia setelah bertahun-tahun. "Saya pikir dia sudah melalui neraka, jujur ????saja kepada Anda," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.