Indeks Pariwisata Dapat Dongkrak Investasi
📅 Kamis, 20 Jun 2024, 08:48 WIB | Oleh: Muchamad IsmailPilar Keterbukaan
Pada kesempatan sama, mantan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengusulkan pemberlakuan kebijakan bebas visa untuk memperbaiki pilar openness to T&T atau keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata TTDI.
"Mana yang harus kita (Indonesia) perbaiki, international openness atau ICT readiness.
ICT readiness, kita membangun banyak BTS perlu uang yang banyak, kalau international openness tidak perlu apa-apa, hanya perlu kemauan," ujar Arief Yahya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Arief, perbaikan terhadap pilar keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata merupakan langkah yang efektif dan efisien untuk meningkatkan TTDI Indonesia.
"Infrastruktur, keberlanjutan, itu mahal-mahal.
Tapi, international openness murah," kata Arief lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Menteri Pariwisata periode 2014-2019 itu, kebijakan bebas visa tidak merugikan negara, karena dengan memberi kemudahan bagi wisatawan untuk masuk ke Indonesia.
Dia meyakini masuknya wisatawan ke Indonesia justru memberi keuntungan berupa pengeluaran yang dilakukan oleh wisatawan ketika berkunjung ke destinasi-destinasi wisata.
Seperti diketahui, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari- April 2024 mencapai 4,09 juta kunjungan.
Capaian itu tertinggi selama empat tahun terakhir atau sejak 2020.
Jumlah kunjungan wisman pada caturwulan I-2024 itu juga naik 24,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!