Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indeks Pariwisata Dapat Dongkrak Investasi

📅 Kamis, 20 Jun 2024, 08:48 WIB | Oleh:
Indeks Pariwisata Dapat Dongkrak Investasi Doc: ANTARA/Fikri Yusuf
Ket. Kunjungan wisman - Wisatawan mancanegara (wisman) duduk di tepi Pantai Double Six di kawasan Seminyak, Badung, Bali, beberapa waktu lalu. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisman ke Bali selama April 2024 mencapai 503.194 kunjungan atau tumbuh 7,24 persen dibandingkan Maret 2024 dan meningkat 22,28 persen secara tahunan dengan mayoritas wisman berasal dari Australia, India, Tiongkok dan Prancis.

JAKARTA - Peningkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) Indonesia dinilai dapat mendongkrak minat investor untuk berinvestasi di RI.

Kenaikan investasi tersebut diharapkan bisa menimbulkan dampak berganda bagi perekonomian.

"Sekarang investor melihat posisi kita di mana.

Indonesia sekarang sudah berada di atas Belgia, New Zealand (Selandia Baru), dan Turki, jauh di atas ekspektasi," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam acara Apresiasi Peningkatan Peringkat TTDI 2024 Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6).

Dikutip dari Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 oleh World Economic Forum (WEF), Indonesia menempati peringkat ke-22 global, naik 10 level dibandingkan dengan TTDI pada 2021 di posisi ke-32.

Sedangkan pada TTDI 2024, Belgia peringkat ke-23, New Zealand (Selandia Baru) ranking ke-25, serta Turki di posisi ke-29.

Bahkan, di Asean, RI peringkat ke-2 setelah Singapura atau melampaui Malaysia di peringkat 35 global dan Thailand di posisi ke-47 dunia.

"Jadi, investasi yang kita lihat akan pasti meningkat.

Insya Allah, jumlah tenaga kerja pariwisata juga akan meningkat dan dampak ekonominya akan semakin besar," ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga memaparkan lima pilar unggulan yang dimiliki Indonesia berdasarkan TTDI 2024.

Kelima pilar tersebut adalah prioritization of T&T atau bagaimana pemerintah menempatkan perjalanan atau travel dan pariwisata sebagai prioritas dalam pembuatan kebijakan; selanjutnya pilar T&T Demand Sustainability atau keberlanjutan permintaan terhadap jasa travel dan pariwisata.

Pilar unggulan ketiga adalah sumber daya alam, diikuti pilar unggulan keempat yakni socioeconomic impact atau dampak sosial-ekonomi, serta pilar kelima yakni cultural resources atau sumber daya kebudayaan.

"Socio-economic impact karena kita (pariwisata) sudah 4 persen dampaknya kepada GDP, sementara lapangan kerjanya sudah 25 juta, mendekati," kata Sandiaga.

Selain itu juga terdapat pilar openness to T&T atau keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata, dalam hal ini kemudahan wisatawan untuk memasuki Indonesia; dan pilar kelima yakni sumber daya manusia dan pasar tenaga kerja, serta keberlanjutan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.