Indeks Pariwisata Dapat Dongkrak Investasi
📅 Kamis, 20 Jun 2024, 08:48 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA/Fikri Yusuf
JAKARTA - Peningkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) Indonesia dinilai dapat mendongkrak minat investor untuk berinvestasi di RI.
Kenaikan investasi tersebut diharapkan bisa menimbulkan dampak berganda bagi perekonomian.
"Sekarang investor melihat posisi kita di mana.
Indonesia sekarang sudah berada di atas Belgia, New Zealand (Selandia Baru), dan Turki, jauh di atas ekspektasi," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam acara Apresiasi Peningkatan Peringkat TTDI 2024 Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6).
Dikutip dari Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 oleh World Economic Forum (WEF), Indonesia menempati peringkat ke-22 global, naik 10 level dibandingkan dengan TTDI pada 2021 di posisi ke-32.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan pada TTDI 2024, Belgia peringkat ke-23, New Zealand (Selandia Baru) ranking ke-25, serta Turki di posisi ke-29.
Bahkan, di Asean, RI peringkat ke-2 setelah Singapura atau melampaui Malaysia di peringkat 35 global dan Thailand di posisi ke-47 dunia.
"Jadi, investasi yang kita lihat akan pasti meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Insya Allah, jumlah tenaga kerja pariwisata juga akan meningkat dan dampak ekonominya akan semakin besar," ujar Sandiaga.
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga memaparkan lima pilar unggulan yang dimiliki Indonesia berdasarkan TTDI 2024.
Kelima pilar tersebut adalah prioritization of T&T atau bagaimana pemerintah menempatkan perjalanan atau travel dan pariwisata sebagai prioritas dalam pembuatan kebijakan; selanjutnya pilar T&T Demand Sustainability atau keberlanjutan permintaan terhadap jasa travel dan pariwisata.
Pilar unggulan ketiga adalah sumber daya alam, diikuti pilar unggulan keempat yakni socioeconomic impact atau dampak sosial-ekonomi, serta pilar kelima yakni cultural resources atau sumber daya kebudayaan.
"Socio-economic impact karena kita (pariwisata) sudah 4 persen dampaknya kepada GDP, sementara lapangan kerjanya sudah 25 juta, mendekati," kata Sandiaga.
Selain itu juga terdapat pilar openness to T&T atau keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata, dalam hal ini kemudahan wisatawan untuk memasuki Indonesia; dan pilar kelima yakni sumber daya manusia dan pasar tenaga kerja, serta keberlanjutan lingkungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!