Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raja Ampat Diusulkan Jadi Kawasan Khusus Nasional, Ini Dampaknya untuk Pariwisata Indonesia

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 17:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Raja Ampat Diusulkan Jadi Kawasan Khusus Nasional, Ini Dampaknya untuk Pariwisata Indonesia Doc: Antara
Ket. Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw.

Sorong - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw mengusulkan, Raja Ampat ditetapkan menjadi kawasan kebijakan khusus nasional guna mendorong percepatan pembangunan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.Menurut Waterpauw, penetapan status khusus diperlukan agar pengelolaan Raja Ampat tidak berjalan secara parsial, melainkan melalui kerangka kebijakan negara yang lebih komprehensif dan terarah.

Ia menekankan, pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan Papua yang konkret.

“Kami membangun komunikasi dengan anggota DPD RI, DPR RI, serta para menteri asal Papua untuk membahas persoalan Papua secara serius, sehingga dapat melahirkan konsep pembangunan yang nyata,” ujar Waterpauw di Sorong, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, hasil pembahasan tersebut nantinya akan diajukan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Papua.

Waterpauw mencontohkan sejumlah kawasan di Indonesia yang telah memiliki status khusus, seperti Danau Toba dan Batam, yang dinilai berhasil mendorong percepatan pembangunan melalui pendekatan kebijakan terintegrasi.

“Saya berharap Raja Ampat ke depan bisa menjadi kawasan kebijakan negara khusus, sehingga pengelolaannya lebih fokus dan terarah,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pengembangan Raja Ampat tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mengedepankan pariwisata berbasis masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Waterpauw juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan permukiman wisata berbasis masyarakat lokal sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan warga.

“Konsep ini sangat baik karena masyarakat menjadi bagian langsung dari pembangunan sektor pariwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, Raja Ampat perlu terus bertransformasi menuju pengelolaan pariwisata yang lebih modern tanpa mengabaikan kearifan lokal serta kelestarian lingkungan.

"Dengan potensi alam yang mendunia, Raja Ampat memiliki peluang besar menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...

Pada Indonesia Halal Awards 2026, SUCOFINDO Raih Penghargaan

52 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
Pada Indonesia Halal Awards...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.