Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Flu Burung Semakin Menyebar ke Peternakan Unggas di Australia

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Flu Burung Semakin Menyebar ke Peternakan Unggas di Australia Doc: ISTIMEWA
Ket. Flu burung

CANBERRA - Pemerintah negara bagian Victoria, Australia, pada Senin (17/6), mengatakan flu burung yang sangat patogen telah menyebar ke peternakan unggas ketujuh di dekat Melbourne.

Enam dari properti tersebut memiliki strain flu H7N3 dan properti ketujuh memiliki strain H7N9. Begitu pula dengan flu burung jenis H5N1 yang telah menginfeksi miliaran hewan liar dan hewan ternak secara global dan menimbulkan kekhawatiran akan penularannya ke manusia.

"Area pembatasan dan pengendalian diberlakukan di sekitar semua lokasi yang terinfeksi," kata Departemen Pertanian Victoria dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari The Straits Times, properti yang terinfeksi termasuk enam peternakan telur dan satu peternakan bebek. Sekitar satu juta ayam atau sekitar 5 persen dari kawanan ayam petelur di Australia, telah atau akan dibunuh di peternakan yang terkena dampak virus ini untuk membendung virus.

Membatasi Pembelian

Saat ini belum terjadi kekurangan telur meskipun beberapa pengecer telah membatasi pembelian. Pihak berwenang mengatakan telur dan daging bebek dan ayam tetap aman dikonsumsi.

"Sebelum kasus terbaru ini, yang pertama kali dilaporkan bulan lalu, Australia telah mengalami sembilan wabah flu burung yang sangat patogen sejak tahun 1976. Semuanya dibendung dan diberantas," kata pemerintah.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Antara, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, menyarankan agar konsep satu kesehatan (one health) diterapkan secara nyata untuk merespons kasus kematian perdana pada manusia akibat penyakit flu burung (H5N2).

"Sehubungan kewaspadaan yang disampaikan WHO tentang meninggalnya kasus pertama akibat penyakit flu burung maka perlu kita ketahui flu burung adalah salah satu penyakit infeksi yang punya potensi menimbulkan wabah, dan bahkan bukan tidak mungkin menyebar antarnegara," kata Tjandra.

Ia mendorong agar Indonesia mewujudkan penerapan konsep one health dalam pelayanan kesehatan yang nyata di lapangan, jangan hanya berupa panduan kebijakan saja. "One health adalah kerja bersama kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.