Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Investor Jepang Perkuat Teknologi Perikanan Maluku

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 20:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Investor Jepang Perkuat Teknologi Perikanan Maluku Doc: Antara/HO-Ikhwan
Ket. Pertemuan investor asal Jepang dengan perusahaan eksportir perikanan Maluku.

Ambon - Investor asal Jepang berkomitmen melakukan penguatan kapasitas sektor perikanan dan dengan peningkatan teknologi perikanan di Maluku

"Saya dukung peningkatan ekspor tuna Maluku ke Jepang dengan membentuk perusahaan patungan guna memperkuat teknologi perikanan di Indonesia dengan mengirimkan kapal pengumpul ikan berkapasitas 19 ton hingga 300 ton," kata CEO Sushi Zanmai Kiyoshi Kimura di Ambon, Kamis.

Hal itu dikatakannya dalam pertemuan bisnis antara Sushi Zanmai dan salah satu perusahaan eksportir perikanan di Maluku.

Ia mengatakan pihaknya juga siap untuk menerima sumberdaya manusia Indonesia untuk dilatih dan dipekerjakan pada perusahaan tersebut.

Di tempat yang sama Direktur PT Harta Samudra Robert Tjoanda mengatakan dukungan teknologi dari Jepang akan meningkatkan kualitas dan kuantitas tangkapan ikan tuna laut dalam guna membuka akses pasar lebih luas lagi.

"Kami sangat terbuka untuk kerja sama dengan Jepang untuk dapat mengoptimalkan potensi ikan tuna yang masih sangat besar di Maluku ini," ujar Robert.

Pertemuan bisnis antara Sushi Zanmai dan PT Harta Samudra adalah bagian dari program perikanan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh para peserta Sekolah Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-76.

Dalam konteks ini Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)Mohammad K. Koba menekankan diplomat Indonesia harus paham teknis lapangan untuk mengawal diplomasi ekonomi.

"Kemenlu siap mengawal realisasi kesepakatan bisnis yang dijalin Sushi Zanmai di Maluku untuk meningkatkan volume ekspor ikan ke pasar Asia Timur," katanya.

Pasalnya kata dia kunjungan lapangan yang dilakukan ini berfokus penguatan potensi Provinsi Maluku pada beberapa sektor salah satunya perikanan.

"Kemenlu mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan Maluku dengan memfasilitasi terjalinnya Letter of Intent (LoI) atau nota kesepakatan antara Presiden Ocean Policy Research Institute (OPRI) Jepang dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.