Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR Minta Penanganan 'Stunting' Lebih Serius

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 03:03 WIB | Oleh:
DPR Minta Penanganan 'Stunting' Lebih Serius Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Kamis (16/5).

Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes untuk melakukan upaya-upaya yang lebih serius dalam menurunkan dan menangani stunting, bukan hanya pencegahan tetapi juga pengobatannya.

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Putih Sari mengingatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait perlunya upaya-upaya yang lebih serius untuk menurunkan dan menangani stunting di Tanah Air.

"Kami mengingatkan Kementerian Kesehatan atas pentingnya upaya-upaya yang lebih serius untuk mengatasi stunting," kata Putih dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dengan agenda pembahasan mengenai pelaksanaan program penurunan stunting, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/5).

Ia menyampaikan yang dimaksud upaya-upaya yang lebih serius dalam penanganan stunting itu adalah Kementerian Kesehatan tidak hanya berfokus pada pencegahan stunting, tetapi juga terkait dengan pengobatan stunting.

Menurut dia, upaya lebih serius itu juga bernilai penting untuk mencapai target penurunan angka stunting nasional yang mencapai 14 persen pada 2024.

Selain itu, Putih juga mengingatkan Kementerian Kesehatan dan BKKBN agar ikut berperan memastikan program mengenai upaya penurunan angka stunting di Indonesia menjadi warisan bersama bagi pemerintahan selanjutnya.

"Komisi IX mengharapkan bahwa program untuk menurunkan stunting ini bisa menjadi legacy bersama yang baik dari Kemenkes maupun BKKBN bersama Komisi IX periode 2019-2024," ucap dia.

Sebelumnya, Menkes Budi menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan memiliki 11 intervensi spesifik untuk mencapai penurunan angka stunting. Sebelas intervensi spesifik tersebut di antaranya meliput intervensi skrining anemia terhadap remaja putri dan ibu hamil, konsumsi tablet tambah darah remaja putri, pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil, dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis.

Berikutnya, ada pula intervensi spesifik berupa pemantauan pertumbuhan balita, edukasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) hewani bagi anak usia 0-24 bulan, dan peningkatan cakupan serta perluasan imunisasi.

Menkes menyatakan target penurunan stunting jangan diubah. Adapun pemerintah menargetkan penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

"Sebelum kita habis 31 Desember jangan geser goal-nya dulu. Gak boleh selesai dulu. Kalau kita dikasih tugas 14 persen, kita kerja keras sebisa mungkin turunnya jadi berapa," ujar Menkes, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan angka prevalensi stunting hanya turun 0,1 persen dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 21,5 persen pada 2023. Menurutnya, salah satu kendala penurunan stunting yang masih kecil belum ditemukan model implementasi yang sesuai dari program-program yang telah dilaksanakan.

Menkes menerangkan, angka 21,5 persen bukan angka yang kecil sebab ada 4,5 juta anak yang stunting. Menurutnya, semakin banyak orang ditemukan sangat penting agar bisa mendapat intervensi.

"Lebih baik orang sehat kita anggap stunting kemudian kita beri intervensi daripada orang yang stunting karena kita ingin laporannya bagus kita sebut tidak stunting malah kemudian itu salah," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Persebaya Perkenalkan Gelan...

Menanti Data IKK, 8 Juli 2026

56 menit yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Menanti Data IKK, 8 Juli 2026
Olahraga
Laga Argentina Versus Mesir...
Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.