Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamendag Pacu Perluasan Akses Pasar Global Produk Halal di Indonesia

📅 Senin, 01 Jun 2026, 19:40 WIB | Oleh:
Wamendag Pacu Perluasan Akses Pasar Global Produk Halal di Indonesia Doc: Dokumentasi Kementerian Perdagangan
Ket. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri

KABUPATEN TANGERANG - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi industri halal nasional yang terus berkembang.

Roro mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia.

"Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia harus menjadi negara yang tangguh (resilient). Oleh karena itu, Kemendag terus berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia makin luas," ujar Roro, Senin (1/6).

Pemerintah juga mendorong pembukaan pasar baru di berbagai kawasan potensial dunia. Kawasan tersebut meliputi Amerika Latin, Afrika, Amerika Utara, dan sejumlah wilayah lainnya.

Menurut Roro, langkah tersebut dilakukan agar produk Indonesia semakin diterima pasar global. Produk halal menjadi salah satu komoditas yang didorong menembus pasar internasional.

Roro menjelaskan potensi ekonomi halal dunia terus menunjukkan tren peningkatan. Nilai pasar halal dunia diperkirakan mencapai USD3,2 triliun pada 2025.

Pemerintah menilai peluang tersebut perlu dimanfaatkan melalui penguatan daya saing produk nasional. Upaya tersebut juga dilakukan dengan meningkatkan ekspor produk halal Indonesia.

Data Kemendag menunjukkan ekspor produk halal Indonesia mencapai USD63,42 miliar sepanjang 2025. Sementara impor produk halal tercatat sebesar USD12,24 miliar pada periode yang sama.

Kondisi tersebut menghasilkan surplus perdagangan produk halal sebesar USD51,17 miliar. Pemerintah berharap capaian ekspor produk halal terus meningkat pada masa mendatang.

"Meski neraca perdagangan produk halal kita sudah mencatatkan surplus yang positif, kami berharap capaian ekspor tersebut dapat terus meningkat sehingga produk halal Indonesia makin mendominasi pasar global," kata Roro.

Kemendag terus memperkuat berbagai instrumen fasilitasi perdagangan untuk mendukung peningkatan ekspor. Salah satunya melalui program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BISA Ekspor.

Pada Januari hingga April 2026, program tersebut mencatat 278 kegiatan perdagangan. Kegiatan itu melibatkan 552 pelaku usaha dengan transaksi mencapai USD107,34 juta.

Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform Inaexport sebagai etalase produk Indonesia. Platform tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk nasional kepada calon pembeli internasional.

Pelaku usaha juga dapat memperoleh pendampingan melalui jaringan Export Center Kemendag. Layanan tersebut saat ini tersedia di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Memperbaiki Udara Jakarta, ...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...

Blok M Diharapkan Menjadi Kawasan Percontohan Udara Bersih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.