Bergabungnya RI ke OECD Justru Mendorong Impor Makin Marak
📅 Rabu, 15 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Bukan sebaliknya, malah menjadi ajang mendorong pasar bebas dan liberalisasi ekonomi," paparnya.
Pakar ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan, Indonesia harus bisa mengambil keuntungan dari keanggotaan OECD dan jangan malah menjadi sasaran impor.
"Sebisa mungkin kerja sama yang dikembangkan dapat menarik investasi nyata seperti pembukaan produksi perusahaan-perusahaan hi-tech negara maju di negara kita. Dengan begitu selain ada aliran dana segar yang masuk, juga benefit nyata lainnya seperti penyerapan tenaga kerja, dan yang terpenting harus ada transfer teknologi, agar industri kita ke depan lebih maju," tuturnya.
Secara terpisah, Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam acara Mandiri Macro and Market Brief, Thriving Through Transition, mengatakan potensi risiko perekonomian ke depan masih besar, terutama dengan masih berlangsungnya gejolak geopolitik global, kenaikan harga energi dan pangan, serta tekanan dari keluarnya investasi portofolio asing yang menyebabkan penguatan dollar Amerika Serikat (AS).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan mencermati tantangan tersebut, maka suku bunga acuan belum akan turun dalam waktu dekat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!