Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Mendesak Israel dan Hamas Lakukan Gencatan Senjata di Gaza

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 00:02 WIB | Oleh:
PBB Mendesak Israel dan Hamas Lakukan Gencatan Senjata di Gaza Doc: RAUL BRAVO/AFP
Ket. Sekjen PBB, Antonio Guterres

NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Selasa (7/5), kembali mendesak Israel dan Hamas agar menunjukkan keberanian politik dan berupaya mencapai gencatan senjata, seiring ketegangan yang terus meningkat di Gaza.

Ketika berbicara kepada wartawan di markas besar PBB di New York, Guterres menyoroti situasi kritis di Jalur Gaza, terutama di Rafah, yang berbatasan dengan Mesir dan saat ini kewalahan menampung para pengungsi Palestina.

Seperti dikutip dari Antara, Guterres mengungkapkan kekhawatirannya perihal situasi kemanusiaan tersebut, sembari mengatakan bantuan esensial dan pasokan bahan bakar hampir habis.

"Penutupan perlintasan Rafah dan Karem Shalom sangat memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat memprihatinkan. Kedua perlintasan itu harus segera dibuka kembali," ujarnya.

Dengan lebih dari 1.100 warga Israel dan 34.000 warga Palestina yang dilaporkan tewas akibat konflik terbaru ini, Guterres menekankan begitu besarnya dampak yang ditimbulkan dari kekerasan yang sedang berlangsung tersebut.

"Belum cukupkah kita melihatnya?" kata Guterres mempertanyakan. Ia menekankan pentingnya kedua pihak untuk melakukan diplomasi, alih-alih melanjutkan eskalasi.

Bencana Kemanusiaan

Guterres menggarisbawahi konsekuensi dahsyat dari pertempuran yang terus berlanjut, terutama segala potensi serangan skala penuh terhadap Rafah yang dia paparkan sebagai bencana kemanusiaan yang segera akan muncul.

"Lebih banyak lagi korban sipil yang tidak terhitung jumlahnya. Lebih banyak lagi keluarga yang terpaksa kembali mengungsi, tanpa ada tempat aman untuk dituju. Karena tidak ada tempat yang aman di Gaza," ujarnya memperingatkan.

Pernyataan Guterres itu mencerminkan kekhawatiran mendalam perihal dampak konflik tersebut, tidak hanya di Gaza, tetapi juga Timur Tengah yang lebih luas.

"Bahkan, sahabat-sahabat akrab Israel telah menyatakannya dengan jelas. Serangan terhadap Rafah akan menjadi kesalahan strategis, bencana politik, dan mimpi buruk kemanusiaan," tuturnya.

Ia menyerukan kepada mereka yang memiliki pengaruh terhadap Israel agar membantu mencegah timbulnya tragedi lebih lanjut.

Sementara itu, otoritas Israel pada Rabu mengumumkan pembukaan kembali perbatasan komersial Kerem Shalom untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, setelah beberapa hari ditutup.

Perbatasan, yang juga dikenal sebagai penyeberangan Karm Abu Salem itu, terletak di Gaza selatan yang berdekatan dengan Rafah, yang menjadi sasaran serangan militer Israel sejak Selasa (7/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

24 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.