Trump Isyaratkan Negosiasi Baru dengan Iran Dimulai Senin
📅 Senin, 03 Agu 2026, 10:23 WIB | Oleh: Lili LestariWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran akan dimulai pada hari Senin (3/8) setelah ia memutuskan menunda serangan baru terhadap negara itu.
"Jelas, mereka tidak ingin diserang. Mereka tahu skala serangan itu karena mereka melihat serangan itu mulai terbentuk," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu (2/8).
"Sekarang yang kami lakukan adalah berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Ini akan dimulai besok sore," katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang tempat pembicaraan atau para pesertanya.
Pada hari Sabtu, Trump menarik kembali ancaman serangan besar-besaran terhadap Iran yang menurutnya akan menjadi serangan terbesar sejak Perang Dunia II, dengan mengatakan bahwa "batas" kesepakatan sudah tercapai.
Dalam komentarnya pada hari Minggu, di mana ia menjelaskan proses pengambilan keputusannya, Trump mengatakan telah diminta oleh Iran serta mitra AS, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar untuk menunda serangan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika sekutu meminta untuk membatalkannya, Anda harus mengatakan 'Baiklah, mari kita lihat.' Dan alasan mereka meminta itu adalah karena mereka pikir ada kesepakatan," kata Trump.
"Ada kesepakatan mengenai Selat Hormuz, dan kemudian akan ada kesepakatan mengenai nuklir, atau Anda bisa menyebutnya denuklirisasi Iran."
Dia menegaskan kembali bahwa skala serangan yang direncanakan akan menjadi "serangan terbesar sejak Perang Dunia II."
Sebaiknya Anda baca juga:
"Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali, jika memang memungkinkan -- saya rasa itu bahkan tidak akan bisa dibangun," tegas Trump.
Dia mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman juga telah mendesak agar serangan itu dihindari, dan memperingatkan kemungkinan konsekuensi yang tidak diinginkan.
"Maksud saya, apakah mereka akan dibanjiri orang yang berbondong-bondong masuk ke negara mereka dan terjadi bencana? Banyak hal buruk yang bisa terjadi," kata Trump.
Perang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran, meskipun diplomasi yang berlangsung secara putus-sambung selama berbulan-bulan telah menghasilkan periode relatif tenang.
Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz -- jalur vital untuk pasokan energi global -- gagal terwujud, dan Iran sejak itu memperketat kendalinya atas jalur air vital tersebut seiring dengan dimulainya kembali serangan antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!