Utang Sudah Menjadi Hantu bagi Fiskal Indonesia
📅 Selasa, 07 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda, menilai pernyataan Presiden itu menunjukkan ketidaksinkronan antara apa yang disampaikan dan yang dikerjakan. Bunga utang Indonesia termasuk yang termahal, sehingga beban yang ditanggung pemerintah semakin berat.
Walaupun pemerintah mengeklaim Debt to Gross Domestic Product (GDP) ratio masih 39-40 persen, tetapi Indonesia tengah menghadapi tingkat debt to service ratio yang terus meningkat, sedangkan kinerja tax ratio masih stagnan.
"Artinya, kemampuan pemerintah membayar utang cukup terbatas. Ini yang harus diwaspadai oleh pemerintah," kata Huda.
Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan kekhawatiran pemerintah akan dampak perekonomian dunia yang menurun seharusnya sudah diantisipasi sebelumnya dengan memperhitungkan kemampuan APBN dalam menanggung utang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hal yang harus diperhatikan adalah sejauh mana APBN sanggup menanggung angsurannya dan sampai kapan. Lebih penting lagi, seproduktif apa hasil dari penarikan pinjaman itu," tutup Surokim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!