Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 12:09 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
YOGYAKARTA - Festival Prawirotaman yang berlangsung di kawasan Jalan Prawirotaman pada tanggal 22–23 Agustus 2026 cukup menarik pengunjung.Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui gelaran tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati di Yogyakarta, Minggu, mengatakan Festival Prawirotaman yang menyajikan beragam kegiatan, mulai bazar pernak pernik, pakaian, kuliner, hingga 'Fashion on the Street' menjadi daya tarik kunjungan wisatawan mancanegara.
"Tantangan dari Pak Wali Kota adalah bagaimana caranya untuk mendongkrak wisatawan mancanegara agar bisa hadir dan menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata luar negeri," katanya.
Menurut dia, berdasarkan data hingga 31 Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Yogyakarta berada di kisaran 316 ribu orang, sementara kunjungan wisatawan nusantara mencapai sekitar 11 juta orang.
Oleh karena itu, Festival Prawirotaman menjadi salah satu daya tarik yang mampu menjaring wisatawan mancanegara, terutama karena periode Juli dan Agustus menjadi salah satu masa tingginya kunjungan wisatawan asing ke Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Festival Prawirotaman juga telah masuk dalam kalender event Kota Yogyakarta, dengan harapan dapat terus diperkuat agar mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara dari tahun ke tahun," katanya.
Menurut dia, sebagai kawasan yang identik dengan wisatawan mancanegara atau sering disebut sebagai "kampung bule", Prawirotaman, menjadi salah satu kampung yang dikenal sebagai kawasan internasional di Kota Yogyakarta.
Inisiator Fashion on the Street Prawirotaman Lia Mustofa mengatakan, kegiatan tersebut telah diselenggarakan untuk ke-11 kalinya, yang pada 2026 Fashion on the Street tidak hanya digelar di Prawirotaman 1, tetapi juga diperluas ke Prawirotaman 2.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, Fashion on the Street juga melibatkan generasi muda, baik sebagai desainer maupun model, bahkan beberapa wisatawan dan mahasiswa dari luar negeri turut ambil bagian, di antaranya dari Belanda, Jepang, dan Korea.
"Kami memang mengkhususkan para desainer dan modelnya adalah generasi muda. Ingin ada keberlanjutan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!