Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

3 Minggu, 23 Agu 2026, 12:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada Doc: ANTARA
Ket. Peta tingkat kemudahan terbakar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta meminta masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026.

"Dari informasi dinamika atmosfer, adapun wilayah DIY masuk dalam kategori awas terkait waspada karhutla pada musim kemarau," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu (23/8).

Kewaspadaan tersebut sesuai dengan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta terkait waspada karhutla pada musim kemarau wilayah DIY yang berlaku mulai 23 Agustus sampai 29 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kondisi atmosfer titik karhutla dapat terjadi karena kondisi iklim yang begitu kering efek dari El Nino. Hasil monitoring pada Dasarian Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.457 (Juli: +0.242).

Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.77 (Juli: +2.20), yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

BMKG menyebut kategori awas terkait waspada karhutla di DIY mencakup seluruh kabupaten yaitu Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman, kemudian Kota Yogyakarta juga masuk kategori awas.

Atas kondisi tersebut, Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di lahan kering, dan tidak membuang putung rokok sembarangan.

"Awasi anak-anak agar tidak bermain api, dan segera laporkan apabila melihat titik api atau kebakaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Ali Yulu
Ali Yulu
23 Aug 2026, 15:46 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Ali Yulu
Ali Yulu
23 Aug 2026, 15:46 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Ali Yulu
Ali Yulu
23 Aug 2026, 15:46 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Bansos bagi 2.200 Warga Tangerang Cair

45 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Bansos bagi 2.200 Warga Tan...
Megapolitan
Makanan Minuman dan Tembaka...
Olahraga
Bayi Ajaib Itu Kini Tak Lag...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.