Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Melukat, ritual pembersihan diri dan memuliakan air di Bali

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 16:30 WIB | Oleh:

Di pura itu pun juga disediakan kain dan selendang untuk pengunjung yang tidak dikenakan biaya alias gratis. Sedangkan umat Hindu yang bersembahyang danmelukatdi pura berhawa sejuk itu tidak dikenakan biaya masuk.

Sarana upacara yang paling sederhana salah satunya canang (rangkaian janur dan bunga) rata-rata seharga Rp1.000 per biji, disesuaikan dengan kebutuhan.

Demikian juga apabila ada biaya untukmelukat, biaya yang dikeluarkan itu untuk sarana upacara yang wajib disiapkan tulus ikhlas oleh umat Hindu, menyesuaikan dengan jenis-jenis melukat.

Memuliakan air

Selain esensi pembersihan diri jasmani dan rohani,melukatjuga bersifat memuliakan air. Mata air yang disucikan itu tidak hanya penting sebagai bagian upacara keagamaan, tapi juga digunakan sebagai sumber air bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Air yang mengalir melalui cabang-cabang sungai di dekat mata air kemudian mengalir ke lahan pertanian seperti di dekat Pura Tirta Empul di Desa Manukaya Let, Tampaksiring, Gianyar.

Sumber mata air itu dirawat dan dijaga oleh masyarakat desa setempat, pemerintah daerah dan pengelola pura tersebut.

Koordinator Daya Tarik Wisata (DTW) Pura Tirta Empul Wayan Suweta menjelaskan rata-rata setiap hari kunjungan mencapai 2.000-3.000 orang, hampir 75 persen di antaranya adalah turis asing.

Sebagai upaya menjaga kesucian pura dan sumber mata air, DTW itu memiliki sekitar 50 pemandu dari desa adat setempat yang memberikan penjelasan terkait keberadaan air suci itu.

Kesejahteraan bersama

Filosofi melukat yang bermakna membersihkan diri dan alam semesta serta memuliakan air sebagai sumber kehidupan, sejalan dengan tema besar World Water Forum ke-10 di Bali yakni air untuk kesejahteraan bersama.

Di dalam tema itu salah satunya terkandung ketahanan dan kesejahteraan air serta air untuk manusia dan alam.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan melukat merupakan kearifan lokal Bali yang memuliakan air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.