Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Diprediksi Datar Seiring Pasar Cermati Sentimen Domestik-Global

📅 Senin, 22 Jun 2026, 10:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Diprediksi Datar Seiring Pasar Cermati Sentimen Domestik-Global Doc: Antara

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (22/6) diperkirakan bergerak mendatar seiring pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat domestik maupun global

IHSG dibuka menguat 39,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.217,05. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,74 poin atau 0,78 persen ke posisi 614,14.

“Kiwoom Research perlu ingatkan bahwa level support penting terletak pada range 6.030-5.930 seandainya IHSG masih perlu terkonsolidasi lagi,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran, setelah pembicaraan resmi di Swiss dibatalkan yang mana Wakil Presiden AS JD Vance menarik diri, sementara Iran meminta bukti implementasi nota kesepahaman sebelum melanjutkan negosiasi.

Meski demikian, komunikasi kedua pihak masih berlangsung di tengah ancaman baru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, dan keputusan Iran kembali membatasi lalu lintas Selat Hormuz.

“Implementasi kesepakatan damai yang masih rapuh membuat risiko terhadap pasar energi, inflasi, dan sentimen global tetap perlu dicermati,” ujar Liza.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan Rusia tengah mempersiapkan serangan besar-besaran, sementara Inggris mempercepat pengembangan rudal jarak jauh baru untuk Ukraina tanpa ketergantungan pada teknologi AS.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati komentar Federal Reserve Governor Christopher Waller, untuk mencari petunjuk arah suku bunga AS pasca hasil Federal Open Market Committee (FOMC) yang lebih hawkish dari ekspektasi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman dari MSCI terkait Annual Market Classification Review pada Rabu (24/06) pagi, untuk menentukan status pasar Indonesia tetap di Emerging Market atau turun ke Frontier Market.

Di sisi lain, pemerintah memastikan program mandatori B50 tetap mulai berlaku pada 1 Juli 2026 demi menjaga ketahanan energi nasional, setelah kesiapan pasokan minyak sawit mentah (CPO), volume FAME, spesifikasi teknis, dan dukungan industri dinilai memadai, dengan target meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung permintaan CPO domestik.

Dalam memastikan pendanaan pembangunan, pemerintah memperoleh dukungan kuat dari pemerintah China dan PBOC untuk penerbitan perdana Panda Bond, termasuk komitmen percepatan perizinan, sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan dan penguatan penggunaan mata uang lokal.

Sementara itu, revisi UU P2SK membuka peluang bagi peserta Tax Amnesty dan PPS untuk berinvestasi pada Patriot Bond dan Merah Putih Bond yang diterbitkan Danantara sebagai sumber pendanaan investasi strategis nasional.

Adapun, instrumen tersebut disertai perlindungan hukum dan perpajakan khusus di pasar primer guna meningkatkan daya tarik investor dan memperluas basis pendanaan jangka panjang pemerintah.

Pada perdagangan Jumat (19/06) pekan kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,48 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,35 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,16 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,55 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Keluar dari RS Polri, Kuasa...
Daerah
Gunung Ile Lewotolok Erupsi...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp83.550/...
Megapolitan
Sudinbud Jaksel Gelar Kegia...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Momentum Perkuat Wisata Dalam Negeri
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.