Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto: BKKBN Tekankan Pentingnya Kesamaan Pengukuran Balita di Posyandu

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto: BKKBN Tekankan Pentingnya Kesamaan Pengukuran Balita di Posyandu Doc: bkkbn.go.id
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya kesamaan pengukuran bayi di bawah lima tahun (balita) di posyandu agar ada kesesuaian penghitungan angkastuntingantara daerah dengan pusat.

"Di masyarakat, dalam penangananstuntingada masalah, mengapa hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) hasilnya bisa berbeda dengan yang diukur oleh ibu-ibu di posyandu, tim pendamping keluarga (TPK), atau kader, untuk itu, alat pengukurnya perlu disamakan, cara mengukurnya seragam, kemudian pengukurnya juga kompeten," kata Hasto dalam kelas TPK hebat yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (23/4).

Hasto menegaskan, agar tim pendamping keluarga tidak menganggap sepele ketika mengukur tinggi, panjang, dan berat badan, serta terus mempelajari setiap teknik atau pengetahuan baru tentang pengukuran badan balita.

"Saya sering cerita, ada meniskus namanya, jadi kalau mengukur tinggi badan, antara mata dengan alat ukur atau meteran yang dibaca harus satu garis lurus dengan kepala bayi yang diukur, karena kalau kita mengukur balita yang pendek, kemudian menunduk, nanti ukurannya kan jadi lebih pendek," ucap dia.

Menurut kepala BKKBN, perlu ada pembelajaran yang lebih rutin tentang pengukuran dan penimbangan bayi ini, sehingga data yang disajikan kader dan survei Kementerian Kesehatan bisa selaras.

"Untuk itu, mari kita belajar hal-hal kecil, yang seolah-olah sepele, tetapi penting. Harapan kami, dengan kita belajar yang tepat cara mengukur dan menimbang ini, ke depan kita bisa menyamakan atau mendekatkan antara data yang diperoleh dari penimbangan yang dilakukan oleh kader, kemudian juga dari data survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan," ujar Hasto.

Kepala BKKBN juga menekankan bahwa hasil ukuran berat badan terhadap tinggi badan sangat penting, salah satunya, berat badan terhadap umur.

"Ketika berat badannya kurang atau lebih rendah (underweight) dari standar yang ada, maka kita tahu itu adalahwarningatau rambu-rambu, bahaya kalau terus-menerus seperti itu, nanti tinggi badannya tidak akan berkembang, anak pertumbuhan otaknya juga terganggu," tutur dia.

Selain itu, lanjut Hasto, pengaruh tinggi badan terhadap berat badan, dan tinggi badan terhadap umur juga sangat signifikan untuk mengukur angkastunting.

"Ada yang langsing sekali, gemuk sekali, ini menjadikan rambu-rambu atauwarning, anak itu sehat atau tidak, apakah kekurangan kalori atau protein, dan lain sebagainya. Lalu, tinggi badan terhadap umur yang sekarang menjadi ukuranstunted, menjadikan ukuran-ukuran itu sangat penting," ungkap Hasto.Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.