Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paestum, Kota Peninggalan Yunani di Italia

📅 Senin, 22 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Lukisan makam yang masih ada pada periode ini juga membuktikan keterampilan seniman Poseidonia. Lembaran yang diambil dari makam ini sekarang dapat dilihat di museum arkeologi Paestum. Di antara lukisan dinding fresco atau teknik lukisan mural yang paling terkenal yang dilukis pada 480 SM.

Lukisan tersebut menggambarkan bangsawan yang sedang berbaring di sebuah simposium dan dari pelat langit-langit, seorang penyelam muda melompat dari platform ke dalam kolam.

Kontrol Lucanian atas kota ini sendiri dipertahankan hingga abad ke-3 SM, meskipun terjadi pemberontakan singkat yang dipimpin oleh raja Epirus, Alexander I.

Kota ini menjadi sepenuhnya berbudaya dan berbahasa Oscan selama berabad-abad tetapi kontrol politik Poseidonia sekali lagi berpindah tangan dengan kedatangan orang Romawi. Selanjutnya Paestum dikuasai oleh bangsa Romawi.

Pada 273 SM, Roma, yang memperluas wilayahnya ke selatan hingga ke Semenanjung Italia, mendirikan koloni Latin di lokasi tersebut. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Paestum, yang berasal dari nama Lucanian yaitu Paistom.

Dengan adanya hak Latin dan diizinkan untuk terus mencetak mata uangnya sendiri (suatu hak istimewa yang tidak biasa), kota ini sekali lagi menjadi makmur meskipun mendapat ancaman langsung dari bangsa Kartago selama Perang Punisia abad ke-3 SM.

Menurut Livy, Paestum memberi emas dan kapal untuk upaya perang Romawi sehingga memperoleh status istimewa dibandingkan koloni lain. Pada abad ke-2 SM, kekayaan ekonomi Paestum menurun karena relatif tidak dikenal, terutama karena adanya jalan raya Romawi yang baru yang dibangun pada sekitar 133 SM. Dengan nama Via Popilia, jalan ini membentang dari Rhegion ke Capua, melewati kota.

Namun, pada tahun 71 M, koloni kedua didirikan dan prasasti yang masih ada membuktikan bahwa kota tersebut mendapatkan kembali setidaknya sebagian dari kejayaannya yang hilang. Namun, pada akhir abad ke-1 M, tampaknya masa Paestum sebagai kota besar Romawi telah berakhir.

Dipengaruhi oleh gempa bumi dan letusan Vesuvius pada 79 M, yang menghancurkan Pompeii, sistem sanitasi kota tersebut rusak parah dan beberapa bangunan menunjukkan bukti tidak pernah diperbaiki kembali. Pada abad-abad berikutnya, ukuran dan kekayaan kota ini menyusut drastis dan perlahan-lahan mulai menghilang.

Terjadinya hujan lebat dan buruknya drainase membuat kota ini mendapat reputasi sebagai tempat yang tidak sehat untuk ditinggali. Tanahnya menjadi berawa penyakit menjadi habitat yang baik bagi nyamuk Anopheles yang membawa parasit Plasmodium. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.