Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Bantu Rp177 Miliar Bagi Petani Terkena Banjir di Jawa Tengah

📅 Senin, 25 Mar 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan Bantu Rp177 Miliar Bagi Petani Terkena Banjir di Jawa Tengah Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lahan pertanian di Grobogan, Jawa Tengah.

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan dengan total senilai Rp177 miliar untuk petani terdampak banjir yang tersebar di sejumlah daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

"Dari Rp177 miliar bantuan yang diberikan, Rp175 miliar berupa benih padi dan jagung dan Rp2 miliar untuk optimalisasi pompanisasi di Jawa Tengah," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Amran menyampaikan pemberian bantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan untuk membantu kelompok tani yang ada di Provinsi Jawa Tengah sehingga bisa kembali produktif dalam menghasilkan pangan.

Dia merinci untuk bantuan benih dari total Rp175 miliar tersebut terdiri atas benih padi untuk lahan seluas 126,7 hektare senilai Rp43,1 miliar, dan benih jagung untuk lahan seluas 146,5 hektare senilai Rp131,9 miliar. Bantuan tersebut diserahkan kepada Pemprov Jawa Tengah.

Dia mengatakan bantuan benih padi dan jagung tersebut nanti akan disalurkan melalui pemerintah provinsi kepada kelompok tani yang terdampak banjir.

Sementara itu, untuk bantuan senilai Rp2 miliar berupa dua unit pompa air, 15 unit irigasi perpompaan serta dua unit Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) khusus untuk di Kabupaten Grobogan.

Amran mendorong percepatan tanam melalui penerapan pompanisasi di Jawa Tengah. Sistem pengairan ini dapat memberi jaminan ketersediaan air sehingga petani leluasa menanam di segala musim.

Dia optimistis pompanisasi efektif dalam peningkatan produksi serta langkah tersebut dilakukan untuk memitigasi dampak fenomena alam El Nino terhadap penurunan produksi berbagai komoditas pangan khususnya padi.

"Target kita adalah pompanisasi, yang dulunya tanam satu kali bisa menjadi dua kali, dua kali bisa menjadi tiga kali, air ini kita sedot menggunakan pompa, ini kami lakukan khususnya untuk memitigasi resiko dampak El Nino yang ditimbulkan" ungkap Amran.

Sebagai salah satu wilayah sentra padi di Indonesia, lanjut Amran, Jawa Tengah memiliki kurang lebih 300 ribu hektar lahan tadah hujan yang penanamannya dapat dimaksimalkan melalui penerapan pompanisasi.

Untuk merealisasikan program ini, Amran mengatakan ada Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk pertanian yang salah satu fokusnya akan digunakan untuk pengadaan ribuan unit pompa.

"Kami sudah siapkan pompa untuk tahap pertama di Jawa Tengah itu 5.000 unit, karena ada 300 ribu hektar tadah hujan, yang tanamnya satu kali bisa dua kali, sehingga produksi Jawa Tengah nanti bisa meningkat" beber Mentan Amran.

Sekretaris Daerah (Setda) Jawa Tengah Sumarno mengatakan selama memasuki pertengahan Maret 2024, beberapa daerah di provinsi tersebut mengalami bencana banjir.

Banjir tersebut melanda sejumlah daerah, seperti Kabupaten Grobogan, Demak, Kudus, Pati, Kendal, Kota Semarang, Pekalongan, dan Jepara. Banjir tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga melanda lahan pertanian.

"Untuk bantuan dari Kementerian Pertanian khususnya benih padi dan jagung nanti Dinas Pertanian yang akan mendistribusikan kepada para petani. Pembagiannya juga bersama Forkopimda," kata Sumarno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.