Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satpolairud sebut nelayan Garut mulai melaut karena cuaca sudah normal

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 16:01 WIB | Oleh:
Satpolairud sebut nelayan Garut mulai melaut karena cuaca sudah normal Doc: Dokumen Feri Purnama
Ket. Ilustrasi - Nelayan mempersiapkan jaring ikan sebelum melaut di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

GARUT -- Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut menyampaikan sejumlah nelayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah mulai memberanikan diri untuk melaut mencari ikan karena cuaca sudah normal, setelah sebelumnya selama sepekan tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

"Cuaca normal, nelayan sudah ada yang mencoba melaut tapi masih sedikit," kata Kepala Satpolairud Polres Garut AKP Anang Sonjaya saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Rabu.

Ia menuturkan sejak sepekan lalu kondisi cuaca di pesisir pantai selatan Garut cukup ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga terjadi pasang air laut menerjang pemukiman rumah penduduk sekitar pantai.

Akibat cuaca buruk itu, kata dia, seluruh nelayan di Kabupaten Garut tidak ada yang berani melaut, karena bisa membahayakan keselamatan jiwa apabila berada di tengah lautan.

Namun saat ini, kata dia, mulai Senin (18/3) kondisi cuaca kembali cerah dan angin mulai landai, meski gelombang laut masih terpantau tinggi.

"Cuaca cerah, kecepatan angin landai, gelombang laut pun masih seperti kemarin antara dua sampai tiga meter," katanya.

Nelayan Garut, kata dia, memperkirakan memasuki Maret kondisi angin sudah mulai reda, namun belum banyak nelayan melaut dan tak lama melaut karena khawatir tiba-tiba cuaca kembali ekstrem.

"Ya kira-kira seperti itu, tapi kebanyakan masih ragu untuk melaut," katanya.

Ia mengatakan nelayan di selatan Garut saat ini masih ada ketakutan datang angin barat, seperti kejadian sebelumnya yang menghantam perahu nelayan di pesisir pantai.

"Prediksi nelayan bulan Maret angin sudah reda, tapi ternyata kemarin masih ada angin yang ditakuti nelayan adalah angin barat," katanya.

Terkait kondisi kawasan wisata pantai di Garut, kata dia, selama ini sepi pengunjung, aktivitas masyarakat di pesisir pantai juga terpantau normal.

Anang menyampaikan jajarannya terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat maupun nelayan di pesisir pantai untuk selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrem.

"Nelayan pun sudah pada tahu soal datangnya angin yang membahayakan, tapi terdorong dengan kebutuhan, ya apa boleh buat, itu kata sebagian nelayan berpendapat," kata Anang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Olahraga
Victor Wembanyama Menjadi K...
Daerah
Upaya pemulihan ekosistem p...
Ekonomi
Kobexindo Perkuat Jajaran P...

Kirab Gamelan Sekaten di Solo

2 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Kirab Gamelan Sekaten di Solo
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.