Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Enggan Menikah Perlu Dibuktikan Data

📅 Rabu, 13 Mar 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Fenomena Enggan Menikah Perlu Dibuktikan Data Doc: Istimewa
Ket. Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sukaryo Teguh Santoso.

JAKARTA - Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sukaryo Teguh Santoso, menyebut, fenomena enggan menikah perlu dibuktikan data. Pihaknya belum memiliki data atau penelitian terkait fenomena penurunan perkawinan di beberapa daerah sehingga perlu kajian secara lebih komprehensif.

"Sumber datanya harus 'clear', apakah lembaga-lembaga yang menyelenggarakan perkawinan melaporkan atau tidak. Kan ada KUA, keuskupan, dan lembaga lainnya," ujar Sukaryo dalam keterangannya, Selasa (12/3).

Dia menilai, meminta penyebab lain yang harus dikaji adalah aspek psikologi, sosial, dan juga ekonomi. Pasalnya, ada beberapa pendapat yang mengatakan karena beban hidup semakin tinggi menyebabkan orang enggan menikah.

Dia menduga menduga penyebab orang enggan menikah karena mereka berkarier dengan baik. Meski begitu, fenomena tersebut harus didukung data yang baik.

"Untuk melihat fenomena penurunan jumlah perkawinan saat ini perlu dikaji dalam berbagai perspektif dan sumber, sehingga trennya terlihat jelas, di mana gereja pun menyelenggarakan perkawinan yang tercover catatan sipil," jelasnya.

Fenomena Lain

Sukaryo mengungkapkan, selain fenomena perkawinan yang mulai menurun ini, ada hal krusial lain yang harus diwaspadai. Salah satunya adalah hubungan seksual di luar nikah.

Dia menyebut fenomena di sejumlah negara yang usia perkawinan semakin mundur atau generasi mudanya bahkan enggan menikah. Ada fenomena di mana usia hubungan seksual di luar nikah cenderung tidak kian menua tapi justru semakin muda.

"Inilah yang perlu dicegah betul. Perlu diwaspadai. Karena berisiko secara medis dan psikologis serta sosial," katanya.

Sukaryo meyampaikan, data BKKBN yang menunjukkan bahwa data Age Specific Fertility Rate (ASFR) 10-15 tahun sudah mulai muncul angkanya belakangan ini. Padahal, lima atau 10 tahun lalu tidak ada angka tersebut.

"Artinya, hubungan seksual di luar nikah ada kecenderungan dilakukan lebih awal," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Pemerintah lunasi utang obligasi BLBI

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Pemerintah lunasi utang obl...
Ekonomi
Produksi Animatronik untuk ...
Rona
Seniman Den Baguse Ngarso t...
Megapolitan
Agro eduwisata tanaman kopi...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.