Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi: Covid Turunkan Harapan Hidup 1,6 Tahun di Seluruh Dunia

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 08:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi: Covid Turunkan Harapan Hidup 1,6 Tahun di Seluruh Dunia Doc: The Business Times
Ket. Para peneliti memperkirakan Covid-19 bertanggung jawab atas 15,9 juta kematian selama tahun 2020-2021, baik secara langsung akibat virus tersebut maupun secara tidak langsung akibat gangguan terkait pandemi.

PARIS - Covid-19 menyebabkan rata-rata harapan hidup masyarakat di seluruh dunia turun 1,6 tahun selama dua tahun pertama pandemi ini, penurunan yang lebih dramatis dari perkiraan sebelumnya, menurut sebuah penelitian besar pada hari Selasa (12/3).

Hal ini menandai pembalikan tajam dari peningkatan angka harapan hidup global selama beberapa dekade, menurut ratusan peneliti yang menyaring data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang berbasis di AS.

"Bagi orang dewasa di seluruh dunia, pandemi Covid-19 memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan peristiwa apa pun yang terjadi dalam setengah abad ini, termasuk konflik dan bencana alam," kata Austin Schumacher, peneliti IHME dan penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet.

Selama tahun 2020-2021, angka harapan hidup menurun di 84 persen dari 204 negara dan wilayah yang dianalisis, "menunjukkan potensi dampak buruk" dari virus baru, katanya dalam sebuah pernyataan.

Tingkat kematian orang berusia di atas 15 tahun meningkat sebesar 22 persen pada pria dan 17 persen pada wanita selama periode tersebut, menurut perkiraan para peneliti.

Mexico City, Peru, dan Bolivia adalah beberapa tempat yang angka harapan hidupnya mengalami penurunan paling besar.

Namun ada kabar baik dalam perkiraan terbaru studi Beban Penyakit Global yang dilakukan IHME.

Penurunan kematian anak di bawah usia lima tahun pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2019 menyebabkan penurunan setengah juta anak, sehingga angka kematian anak terus menurun dalam jangka panjang.

Peneliti IHME Hmwe Hmwe Kyu memuji "kemajuan luar biasa" ini, dan mengatakan bahwa dunia sekarang harus fokus pada "pandemi berikutnya dan mengatasi kesenjangan besar dalam kesehatan antar negara".

Meskipun ada kemunduran selama pandemi ini, masyarakat masih bisa hidup jauh lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Antara tahun 1950 dan 2021, rata-rata harapan hidup saat lahir telah meningkat sebesar 23 tahun, dari 49 menjadi 72 tahun, kata para peneliti.

16 Juta Kematian terkait Covid

Para peneliti memperkirakan bahwa Covid bertanggung jawab atas 15,9 juta kematian berlebih selama tahun 2020-2021, baik secara langsung akibat virus tersebut maupun secara tidak langsung akibat gangguan terkait pandemi.

Jumlah tersebut merupakan satu juta lebih banyak kematian dibandingkan perkiraan sebelumnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.