Tren Kenaikan Harga Beras Masih Terus Berlanjut
📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim RedaksiDia juga menyoroti semakin turunnya produktivitas beras dalam negeri, sehingga kebutuhan harus dipenuhi dengan impor. "Makanya, pemerintah harus memacu petani dengan berbagai stimulus agar mereka meningkatkan produksi sehingga pasokan ke pasar tidak berkurang," kata Esther.

Pengelolaan Beras Keliru
Dihubungi pada kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan jika mencermati pernyataan BPS bahwa pada awal tahun ini harga beras mencetak rekor tertinggi dalam sejarah, maka hal itu mengindikasikan ada yang keliru dalam pengelolaan beras nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Padahal, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah dibentuk dan mendapat amanat khusus dalam mengelola stok pangan nasional.
"Rekor harga tertinggi tentu diharapkan oleh petani, tapi apakah mereka menikmati kenaikan harga itu. Sementara rakyat bawah juga akan kesulitan karena pangan adalah pengeluaran kebutuhan terbesar mereka," kata Aditya.
Sesuai regulasi, Badan Pangan Nasional harus bisa mempertanggungjawabkan tugas dan kewajibannya dengan menjaga keterjangkauan harga di masyarakat bawah. Mereka harus bisa mengoordinasikan semua stakeholders pangan demi keterjangkauan dan keamanan stok pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terbukti belum maksimal karena belum mampu menurunkan harga, hanya sebatas menahan agar harga tidak turun lebih dalam sehingga perlu dievaluasi," pungkas Aditya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!