Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS-Iran Bersitegang, KBRI Teheran Siagakan Opsi Evakuasi WNI

📅 Senin, 23 Feb 2026, 16:51 WIB | Oleh:
AS-Iran Bersitegang, KBRI Teheran Siagakan Opsi Evakuasi WNI Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
Ket. File – Kedatangan WNI di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (30/6/2025).

JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa KBRI Teheran terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta telah menyiapkan opsi evakuasi apabila diperlukan.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlimdungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, meski menurut pantauan situasi di Teheran dan kota-kota lainnya didapati situasi saat ini masih kondusif, status keamanan Siaga 1 yang diberlakukan Kemlu RI untuk Iran sejak Juni 2025 masih tetap berlaku.

“Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” kata Heni melalui pernyataan tertulis kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan bahwa dalam upaya pemantauan keselamatan WNI di Iran, KBRI Teheran secara rutin menjalin komunikasi aktif dengan para WNI.

Hingga saat ini, KBRI Teheran belum menerima laporan adanya WNI yang menghadapi ancaman baik secara langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan, ucap Heni.

Namun demikian, WNI diminta untuk terus waspada dan menjaga komunikasi dengan KBRI, lanjutnya.

“Kepada seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran,” papar Plt. Direktur PWNI Kemlu RI.

Ketegangan antara AS dan Iran belum kunjung reda meski kedua negara berkomitmen melanjutkan perundingan bilateral secara tak langsung ke babak baru pada Maret mendatang.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/2) menyampaikan bahwa Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Pemimpin AS itu bahkan mengancam bahwa "hal-hal yang sangat buruk" akan terjadi jika kesepakatan gagal tercapai.

Trump sebelumnya juga mengatakan bahwa sebuah "armada besar" tengah berlayar ke Iran.

Menurut laporan Financial Times baru-baru ini, 16 kapal perang dengan total 40.000 personel serta 7 skuadron udara yang masing-masing terdiri dari 70 jet tempur telah disiagakan AS di berbagai pangkalan di Timur Tengah.

Situasi tersebut memicu sejumlah negara untuk meminta warganya yang masih berada di Iran untuk segera keluar dari negara tersebut, antara lain Jerman, Polandia, Swedia, serta India dan Korea Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.