“Leviathan', Karya Thomas Hobbes yang Lahir Pasca Eksekusi Raja
📅 Senin, 22 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDalam kapasitas ini, dia bepergian bersama keluarganya ke Prancis, Italia, dan Jerman, di mana dia bertemu dengan cendekiawan terkemuka lainnya seperti Francis Bacon. Ketika muridnya meninggal pada 1628, dia terpaksa berpindah dari satu keluarga kaya ke keluarga kaya lainnya.
Hobbes akhirnya mendapatkan pekerjaan tetap dengan sepupu keluarga Cavendish, William Cavendish. Koneksinya dengan keluarga Cavendish memungkinkan Hobbes beredar di mana politik dan urusan negara dibahas.
Meskipun dia sendiri tidak pernah memegang jabatan berpengaruh di pemerintahan, dia mengamati struktur kekuasaan dan pemerintahan. Muridnya, William Cavendish muda, adalah anggota parlemen, dan hal ini memungkinkan Hobbes untuk ikut serta dalam perdebatan.
Pada akhir 1630-an, Hobbes menjadi terkait dengan kaum royalis ketika krisis antara raja dan parlemen semakin meningkat. Pada 1640, ia menulis sebuah risalah yang membela raja dari para pengkritiknya. Karya tersebut populer di kalangan pendukung raja di parlemen dan sering dikutip dalam perdebatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontrak Sosial
Ketika perang saudara pecah, Hobbes melarikan diri ke Prancis. Ia tinggal sana hingga 1651. Dari pengasingannya, ia menyaksikan negaranya tenggelam dalam kekacauan, kebrutalan perang, dan pemandangan mengerikan saat raja dieksekusi.
Pada masa ini, ia mulai menyatukan berbagai benang merah filsafat politiknya. Dia belum pernah dilatih dalam sains saat di Oxford, namun sebagai anggota keluarga Cavendish, dia mengembangkan minat dalam matematika, khususnya geometri Euclid, dan ketertarikannya pada sifat fisik materi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia memasukkan ide-ide Galileo dan Kepler, antara lain, ke dalam karyanya, dan dia berusaha menerapkan prinsip-prinsip sains dalam politik dan pemerintahan. Ia juga melakukan korespondensi dengan filsuf Perancis, Rene Descartes.
Kedua pria tersebut secara pribadi tidak menyukai satu sama lain tetapi melakukan perdebatan yang saling menghormati mengenai topik politik dan ilmiah. Di Prancis Hobbes mulai mengerjakan Leviathan.
Leviathan dibagi menjadi empat bagian atau buku. Dalam buku pertama, Of Man, Hobbes menjabarkan kerangka untuk sisa bukunya. Di sinilah ia mengungkapkan filosofinya tentang hakikat umat manusia. Dia melanjutkan argumennya seperti teorema geometri. Ia berpendapat bahwa sifat manusia dapat disimpulkan dari prinsip materi yang sama seperti dalam fisika.
Dari sini, Hobbes menggambarkan kondisi alamiah manusia yang penuh kekerasan dan ketakutan. Dia menggambarkan keadaan alami ini sebagai perang setiap orang melawan setiap orang. Orang-orang bertindak berdasarkan kepentingan pribadi dan keserakahan, dan mereka terus berupaya untuk menyakiti satu sama lain.
Hidup ini brutal dan singkat. Kebebasan sejati, menurut Hobbes, hanya dapat dicapai ketika manusia terbebas dari kekacauan, ketidakteraturan, dan ketidakpastian yang melekat pada keadaan alamiahnya. Masyarakat akan mencari perdamaian dan keamanan. Masyarakat politik persemakmuran tercipta ketika individu menandatangani kontrak sosial.
Kontrak sosial adalah kesepakatan untuk mematuhi aturan, tugas, dan batasan umum untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dalam masyarakat. Hobbes menganjurkan pemerintahan pusat yang kuat, yang memiliki kedaulatan absolut, sebagai satu-satunya cara untuk mencegah kembalinya keadaan alami. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!