Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Ingin PBB Menjadi Pusat Tata Kelola AI

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 00:06 WIB | Oleh:

Dikutip dariThe Straits Times, ketika ketakutan terhadap inflasi mereda, Moritz mengatakan, para pemimpin bisnis menjadi lebih fokus pada AI dan perubahan iklim.

Moritz menambahkan bahwa negara-negara memerlukan infrastruktur yang lebih baik dan energi ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan AI yang melonjak.

"Semua orang beralih ke mainan baru yang cerah dan berkilau, dan kita bahkan belum memiliki daya komputasi yang cukup untuk benar-benar membuat dunia aktif dan menjalankannya," katanya melalui panggilan telepon.

"Pertumbuhan ekonomi diperlukan untuk mendorong investasi pada AI, dan permintaan energi akan terus meningkat," tambahnya.

Survei juga menemukan para pemimpin bisnis menjadi kurang peduli terhadap tantangan makroekonomi, dan lebih dari sepertiga CEO memperkirakan jumlah tenaga kerja mereka akan meningkat sebesar 5 persen pada tahun 2024.

Saat membahas bisnisnya sendiri, Moritz mengatakan, PwC berusaha membuat keputusan yang "lebih cerdas" mengenai perjalanan perusahaan, untuk mengurangi emisi dan memangkas biaya.

"Anda berusaha menjadi lebih efektif dan efisien dalam perjalanan Anda, kapan Anda bepergian, bagaimana Anda bepergian," katanya.

Seebelumnya Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atauInternational Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, mengatakan AI akan berdampak pada 60 persen pekerjaan di negara-negara maju. Dampak tersebut akan turun menjadi 40 persen, di negara-negara berkembang, dan 26 persen di negara-negara berpenghasilan rendah.

"Negara-negara maju, beberapa negara berkembang, akan terkena dampak sebesar 60 persen pekerjaan mereka," kata Georgieva.

Hal ini dikatakan Georgieva sesaat sebelum berangkat ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Semua itu disampaikan merujuk pada laporan IMF, yang mencatat bahwa secara keseluruhan, hampir 40 persen lapangan kerja global terkena AI.

Dikutip dariThe Straits Times, laporan IMF ini mencatat bahwa setengah dari pekerjaan yang terkena dampak AI akan terkena dampak negatif, sementara sisanya akan mendapatkan manfaat dari peningkatan produktivitas yang disebabkan oleh AI.

"Pekerjaan Anda mungkin hilang sama sekali hal ini tidak baik, atau kecerdasan buatan dapat meningkatkan pekerjaan Anda, sehingga Anda sebenarnya akan lebih produktif dan tingkat pendapatan Anda mungkin meningkat," kata Georgieva.

Meskipun AI pada awalnya akan memberikan dampak yang lebih kecil terhadap negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang, menurut IMF, negara-negara tersebut juga cenderung tidak mendapatkan manfaat dari keunggulan teknologi baru ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Petakan...
Daerah
Pemkab Karawang Bersama Sej...
Megapolitan
Mau Tujuh Belasan di Istana...

Harga Cabai Rawit Rp45.150/Kg, Telur Ayam Rp24.000/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp45.150/...

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...

Ada Apa Kemendagri dan KPK Bentuk Klaster Integritas Pemda?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.