Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangkit Listrik EBT Bertambah 730 MW

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 08:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pembangkit Listrik EBT Bertambah 730 MW Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik EBT sebesar 730,6 Mega Watt (MW) pada 2024. Pemerintah diminta menyesuaikan program transisi dengan tantangan terbaru di sektor energi.

Plt. Direktur Jenderal EBTKE Jisman P Hutajulu mengatakan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pemanfaatan EBTKE untuk mewujudkan energi bersih dan berkelanjutan.

"Peningkatan pemanfaatan EBTKE merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menjaga kelestarian lingkungan," ujar Jisman pada saat konferensi pers capaian kinerja subsektor EBTKE pada 2023 di Jakarta, Kamis (18/1).

Berdasarkan data Ditjen EBTKE, realisasi kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT tahun 2023 mencapai 13.155 megawatt (MW) atau 13,16 GW, di antaranya berasal pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebesar 154,3 MW, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) (ground mounted, terapung & atap) sebesar 573,8MW, PLT Bio (biomassa, biogas, sampah) 3.195,4 MW, PLTP (panas bumi) sebesar 2.417,7 MW, PLTA sebesar 6.784,2 MW dan PLT Gas Batubara sebesar 30,0 MW.

Jisman menambahkan realisasi pemanfaatan biodiesel untuk domestik mencapai 12,2 juta kiloliter (kl) pada 2023. Realisasi tersebut melampaui 114,5 persen dari target yang ditetapkan sebesar 10,65 juta KL. Selain itu, Pemerintah juga terus melakukan diversifikasi jenis BBN di Indonesia seperti memanfaatkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) Bioavtur J2.4, Market trial bioethanol dan menetapkan spesifikasi dan memberlakukan ketentuan standar dan mutu bensin bioetanol untuk dipasarkan di dalam negeri.

Sementara itu, untuk capaian realisasi regulasi dan kebijakan pada 2023 antara lain satu Peraturan Pemerintah, yaitu PP 33/2023 tentang Konservasi Energi, 1 Perpres, dan 1 Peraturan Menteri ESDM.

Pemerintah juga tengah menyusun beberapa regulasi yang diharapkan dapat segera terbit pada 2024, diantaranya Revisi Permen ESDM tentang PLTS Atap, Revisi Permen ESDM tentang WKP, Izin Panas Bumi, dan Pengusahaan Panas Bumi, serta Rancangan Permen ESDM tentang Pokok-Pokok PJBL Pembangkit Energi Terbarukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

4 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

4 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.