Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usut Tuntas, Bawaslu Batubara Sumut Telusuri Dugaan Aparat Desa Dukung Capres

📅 Kamis, 18 Jan 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usut Tuntas, Bawaslu Batubara Sumut Telusuri Dugaan Aparat Desa Dukung Capres Doc: ANTARA/Anggi Luthfi Panggabean
Ket. Ketua Bawaslu Kabupaten Batubara, M Amin Lubis.

Medan - Usut tuntas, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatra Utara, menelusuri video ajakan memilih salah satu pasangan calonpresiden dan wakil presiden Pemilu 2024 yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa di kabupaten itu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Batubara, M Amin Lubis, di Medan, Rabu, mengatakan bahwa terkait video yang diduga dilakukan oknum perangkat desa sudah dilaporkan sehingga proses penanganan dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan.

"Sedang kami dalami dengan penelusuran terkait ucapan oknum perangkat desa dalam video viral tersebut. Termasuk, memanggil sejumlah saksi, untuk dimintai keterangan," ujar Amin Lubis.

Namun, kata dia, sampai saat ini, pihaknya belum dapat menyimpulkan karena masih melakukan penelusuran terkait video tersebut.

"Kita masih dalam proses pengkajian," kata dia.

Dalam penelusuran tersebut, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Bawaslu Sumut dan para pemangku kebijakan terkait guna menyelidiki lebih dalam terkait kasus.

"Video viral oknum perangkat desa itu, terjadi beberapa hari lalu, sebelum viralnya video audio, yang disebut-sebut merupakan suara dari sejumlah pejabat di Kabupaten Batubara dan selanjutnya akan kami lakukan koordinasi dengan Bawaslu," kata dia.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sumatra Utara Hassanudin meminta kepada seluruh kepala desa se-wilayahnya agar bersikap netral pada Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah 2024.

"Walau kepala desa dan aparatur sipil negara itu boleh memilih, tapi mereka tidak boleh berpihak kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden hingga caleg di Pemilu 2024," ujar Hassanudin.

Menurutnya, seorang kepala desa dan perangkatnya memiliki kekuatan untuk memobilisasi massa sehingga hal itu akan dimanfaatkan peserta pemilu untuk kepentingan dalam massa kampanye.

"Tahun 2024 merupakan tahun politik, tapi menjadi aparatur dan petugas itu sudah ada rambu-rambunya untuk netral," kata Hassanudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.