Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Usia Terus Bertambah, Pria Wajib Lakukan 4 Jenis Tes Ini untuk Kurangi Risiko Penyakit Berat

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 15:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usia Terus Bertambah, Pria Wajib Lakukan 4 Jenis Tes Ini untuk Kurangi Risiko Penyakit Berat Doc: IST
Ket. Pengambilan darah untuk medical check up

JAKARTA - Ahli bedah kardiotoraks dr. Jeremy London menyebut ada empat jenis tes darah yang perlu dipantau oleh pria dewasa seiring pertambahan usia.

“Pria terkenal buruk dalam menindaklanjuti perawatan kesehatan mereka sendiri. Buat janji temu, periksa hasil laboratorium Anda, pahami data Anda. Anda tidak dapat memperbaiki apa yang tidak anda ukur," kata London menurut siaran Hindustan Times, Jumat waktu setempat.

London menyoroti penyakit seperti kolesterol dan risiko kardiovaskular hingga testosteron, yang layak dipantau dari waktu ke waktu. Berikut adalah empat jenis tes yang dianjurkan untuk dipantau.

1. Apolipoprotein B (ApoB)
Apolipoprotein B (ApoB) adalah penanda darah yang mengukur jumlah partikel pembawa kolesterol yang berpotensi berbahaya yang beredar di aliran darah. Tidak seperti tes kolesterol standar, tes ini menawarkan penilaian risiko kardiovaskular yang lebih tepat.

London menjelaskan Apolipoprotein B (ApoB) merupakan penanda darah yang menghitung jumlah sebenarnya partikel pembawa kolesterol dalam darah dan menjadikannya prediktor risiko serangan jantung dan stroke yang lebih akurat daripada angka kolesterol standar.

2. Lipoprotein (a) [Lp(a)]
Lipoprotein(a), atau Lp(a) adalah salah satu faktor risiko bawaan yang paling umum untuk penyakit kardiovaskular.

Tidak seperti penanda kolesterol lainnya, kadar Lp(a) sebagian besar ditentukan oleh genetika daripada diet atau olahraga, dan dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi.

London merekomendasikan agar pria dan wanita menjalani tes itu. Pada pria, dia menyarankan untuk melakukannya lebih awal karena mereka tidak mendapatkan manfaat dari efek kardioprotektif estrogen.

Dokter bedah jantung tersebut mencatat lipoprotein sebagai faktor risiko genetik paling umum untuk penyakit kardiovaskular. Mengetahui angkanya dapat membantu mengendalikan hal-hal yang dapat kendalikan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke secara keseluruhan.

3. Testosteron
Selanjutnya dia menyebut kadar testosteron secara alami menurun seiring pertambahan usia, mempengaruhi lebih dari sekadar libido.

Kadar testosteron juga mempengaruhi tingkat energi, massa otot, suasana hati, dan vitalitas secara keseluruhan, dan mengetahui kadar testosteron dapat membantu menentukan apakah seseorang memerlukan terapi penggantian testosteron.

4. Antigen Spesifik Prostat (PSA)
PSA adalah protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat, dan ahli bedah jantung menjelaskan bahwa mengukur kadarnya dapat membantu mendeteksi pembesaran prostat, peradangan, atau kanker prostat pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Seseorang perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalani tes tersebut. PSA adalah protein yang dibuat oleh kelenjar prostat yang diukur untuk membantu mendeteksi pembesaran prostat, peradangan, atau kanker, terutama pada pria di atas 50 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Tunggu Uji Sampel Produk, S...
Megapolitan
Pemprov DKI Perkuat Upaya P...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

29 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.