Capres Ganjar Pranowo Ingatkan Peristiwa Boyolali Harus Jadi yang Terakhir
📅 Minggu, 14 Jan 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Hana Kinarina
Surabaya - Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengingatkan para relawan dan simpatisan untuk tidak takut diintimidasi atau ditekan dalam bentuk apapun sembari menekankan bahwa peristiwa dugaan penganiayaan relawan oleh oknum TNI di Boyolali tidak terulang lagi.
Pada pertemuan Tim Pemenangan Daerah (TPD), Ganjar kembali menyinggung benturan antara oknum TNI dan relawan.
"Itu jadi yang terakhir, kami mengapresiasi juga TNI yang merespon cepat. Dan kepada para pendukung, untuk tertib dan mematuhi aturan termasuk tidak menggunakan knalpot brong," kata Ganjar di Gedung Internatio, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Peristiwa Boyolali itu merujuk pada kejadian dugaan penganiayaan oknum TNI Yonif 498/Suhbrastha kepada beberapa relawan Ganjar-Mahfud pada Sabtu (30/12/2023).
Para relawan yang menggunakan sepeda motor dinilai terlalu bising saat melintas di depan markas militer tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ganjar juga meminta para relawan maupun pendukung agar mematuhi segala ketentuan. Terlebih lagi, Ganjar mengatakan jadwal kampanye terbuka akan segera dimulai pada 21 Januari hingga 10 Februari mendatang.
Ganjar mengaku sejauh ini memang banyak tim kampanye dan relawan yang melapor diintimidasi oleh oknum tertentu.
"Kita tidak takut, kita lawan. Sudah ada tim yang dibentuk, kita laporkan, kita lawan secara konstitusional," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi ini pun mengingatkan Ganjar terkait perjalanan pasang surut demokrasi, terutama riwayat panjang PDI Perjuangan.
"Pada 27 Juli 1996, PDI dihantam, tetapi Bu Mega bilang kita siap lawan secara konstitusional. Pada 1997, kita tidak ikut Pemilu, dan pada 1999 akhirnya menang Pemilu," kenangnya.
Oleh karena itu, pasangan Mahfud Md tersebut menerangkan situasi intimidatif sudah menjadi bagian sejarah panjang PDI Perjuangan dalam mengawal demokrasi.
"Bagi PDIP sudah terbiasa, dan untuk partai koalisi lainnya kini akan tercatat pula oleh sejarah dalam naik turun demokrasi ini. Sebagaimana diungkap Bung Karno, 'Jasmerah', jangan sekali-kali lupakan sejarah," tegasnya lagu.
Berkaca dari dinamika itu, Ganjar pun optimistis kali ini kekuatan demokrasi tetap menang, karena PDI Perjuangan bersama koalisi PPP, Perindo, dan Hanura satu barisan bersama rakyat.
"Kekuatan kita selalu "gremetnya, gelindingnya" kawan-kawan bersatu dengan rakyat, rasanya tidak dimiliki oleh yang lain," kata Ganjar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!