Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri LH Ungkap Pengelolaan Sampah di Bali Belum Terintegrasi

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Menteri LH Ungkap Pengelolaan Sampah di Bali Belum Terintegrasi Doc: Kementerian Lingkungan Hidup
Ket. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (berdiri depan, kedua dari kiri)

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, bencana banjir di Bali menjadi cermin rapuhnya tata kelola lingkungan setempat.

"Krisis ini menunjukkan sistem pengelolaan sampah di sana belum terintegrasi antara hulu dan hilir," ujar dia, Minggu (14/9).

Menurut Menteri LH, faktor yang memperparah dampak banjir justru berasal dari persoalan sampah yang tidak pernah ditangani tuntas. Meskipun, lanjut dia, curah hujan ekstrem hingga 245,75 milimeter hanya berlangsung satu hari.

Hanif menyebut kebiasaan membuang sampah secara sembarangan masih terjadi.

"Akibatnya, tumpukan sampah yang menutup aliran sungai menyebabkan debit air luar biasa besar gagal terserap," kata dia.

Di sisi lain, fasilitas pengolahan sampah belum mampu menampung volume harian yang terus meningkat. Situasi ini diperparah oleh kurangnya pengawasan di daerah aliran sungai, sehingga sampah plastik, organik, hingga material konstruksi menumpuk. Karena itu, Menteri LH menegaskan sampah harus diselesaikan secara tuntas di sumbernya.

"Hal ini agar tidak menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," ujar dia.

Hanif menyatakan adanya kerugian sosial dan ekologis ini menunjukkan sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan. "Ini adalah ancaman nyata bagi daya dukung lingkungan dan keselamatan manusia," ucap dia.

Menteri LH mengatakan langkah strategis yang tengah digagas mencakup penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kemudian pembangunan fasilitas pengolahan modern di tingkat kabupaten/kota, serta integrasi penegakan hukum terhadap pembuangan sampah ilegal.

Pemerintah juga mendorong sinergi dengan sektor swasta dan komunitas untuk mengurangi timbunan sampah dari sumbernya.

"Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular," pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.