Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Soal Konflik di Laut Tiongkok Selatan, Solusi 3 Capres Dinilai Kurang Mendalam

📅 Senin, 08 Jan 2024, 08:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Soal Konflik di Laut Tiongkok Selatan, Solusi 3 Capres Dinilai Kurang Mendalam Doc: Antara/CIA via Wikipedia
Ket. "Sembilan Garis Putus-putus" (berwarna hijau) yang menandakan klaim Republik Rakyat Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan, berdasarkan peta yang dibuat CIA pada 1988.

JAKARTA - Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah mengatakan solusi yang ditawarkan oleh ketiga calon presiden dalam mengatasi konflik di Laut Tiongkok Selatan pada debat ketiga di Jakarta, Minggu (7/1), kurang mendalam dan tidak komprehensif.

Dalam debat ketiga dengan tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri itu, solusi yang ditawarkan Ganjar Pranowo untuk mengatasi konflik Laut Tiongkok Selatan adalah mendorong kesepakatan sementara, menekankan posisi Indonesia, dan mengoptimalkan peran aparat untuk berpatroli.

Anies Baswedan memandang konflik Laut Tiongkok Selatan seharusnya dapat diselesaikan melalui kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN.

Sementara Prabowo Subianto menekankan perlunya memperkuat pertahanan Indonesia dan memanfaatkan sejumlah platform untuk berpatroli.

"Kesepakatan sementara (yang ditawarkan Ganjar) seperti apa? Apakah meningkatkan level kerja sama militer di dalam ASEAN atau untuk sementara waktu mengizinkan kerja sama baru dengan luar ASEAN? Ini kan harus jelas," kata Rezasyah di Jakarta, Senin (8/1).

Rezasyah yang juga dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran itu mengatakan solusi yang ditawarkan Anies juga tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana blok Asia Tenggara itu dapat memperkuat kerja sama pertahanannya.

ASEAN saat ini telah memiliki sejumlah forum pertahanan yang dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kerja sama tersebut.

Forum-forum itu, seperti Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) dan pertemuan para kepala staf pertahanan negara-negara anggota ASEAN, telah membahas berbagai isu pertahanan, termasuk keamanan maritim.

"Kemudian, Pak Prabowo soal perkuatan TNI itu kan harus disetujui oleh parlemen ... harus ada analisis kebutuhan," kata Rezasyah.

Laut Tiongkok Selatan masih menjadi titik panas dan menjadi salah satu sumber ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Konflik ini telah menyebabkan berbagai ketegangan diplomatik dan militer antara Tiongkok dan negara-negara tetangganya hingga melibatkan Amerika Serikat.

Sampai saat ini Tiongkok mengklaim hampir seluruh perairan di Laut Tiongkok Selatan. Negara-negara ASEAN yang juga memiliki klaim teritorial di perairan tersebut adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.