Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perguruan Tinggi Unggul Butuh Kebebasan Lebih

📅 Sabtu, 30 Des 2023, 06:59 WIB | Oleh:

Meski begitu, perlu ada pembenahan. Di Amerika misal orang ingin kuliah di Harvard atau MIT. Itu jelas swasta. Kalau pemikiran seperti itu, kualitas perguruan tinggi harus ditingkatkan. Pemerintah harus menciptakan itu, jadi tidak ada dikotomi PTN PTS. Kalau itu bisa, ada kesetaraan, pilihan perguruan tinggi di masyarakat lebih banyak.

Bagaimana cara Untar untuk menarik minat para calon mahasiswa?

Untar ini tahun depan 65 tahun. Kami sudah mapan dengan alumni lebih dari 100.000 orang. Artinya, kita terbiasa menjalankan operasional perguruan tinggi ini. Untar mempunyai strategi dalam mempertahankan loyalitas orang-orang yang pernah kuliah di Untar. Mereka difasilitasi, diberi kemudahan dalam pembelajaran, dan biaya beasiswa kita berikan. Inovasi pembelajaran cukup banyak dan akhirnya orang percaya kepada Untar baik akreditasi, pemeringkatan, dan prestasi.

Khusus beasiswa, kami melihat kebutuhan mahasiswanya. Harus secara adil dan jujur membutuhkan. Jadi ada subsidi silang kami fasilitasi. Di Untar, mahasiswa dengan nilai bagus termasuk untuk prestasi non-akademik itu ada potongan biaya kuliah.

Alokasi anggaran pemerintah untuk PTS masih minim, tapi di sisi lain jumlah mahasiswa di PTS lebih besar dari PTN. Bagaimana pandangan Bapak terkait hal tersebut?

Pemerintah harus berpikir secara komprehensif bagaimana pendidikan tinggi ini mau dibangun. Kalau PTS dianggap sebagai suatu kesempatan untuk meningkatkan APK kita maka PTS kita harus difasilitasi setara dengan PTN.

PTN ada PTNBH. Mereka mandiri mencari pendanaan seperti PTS. Artinya PTS harus dibantu. Kalau tidak, akan bermasalah dari sisi pendanaan dan kepercayaan publik untuk mendapatkan mahasiswa. Kalau PTS kita banyak yang tutup tidak mampu bertahan dengan kondisi keuangan, nanti APK bisa menurun. Saat ini tidak bisa semua ditampung oleh PTN.

Mahasiswa kita banyak di PTS. Kalau memang pemerintah gencar membangun PTN, biayanya besar. Partisipasi masyrakat dibutuhkan untuk membangun pendidikan tinggi ini. Jadi, ada pilihan perguruan tinggi berkualitas dari organisasi masyarakat yang punya nilai ingin dikembangkan. Kesempatannya diperluas agar pilihan perguruan tinggi bervariasi. Dibantu agar kualitas meningkat dan standar mutunya baik.

Di situ, pemerintah masuk dengan dukungan lebih riil tidak sekadar administratif. Misal, dulu ada dosen yang ditugaskan di PTS. Itu diperlukan karena banyak perguruan tinggi membutuhkan dosen.

Mendikbudristek minta PTS harus proaktif mencari sumber pendanaan. Bagaimana Untar merespons hal tersebut?

PTS menengah ke atas mereka sudah proaktif. PTS seperti Untar mereka eksis dan mapan. Mereka sudah bisa mencari pendanaan. Peran pemerintah kalau ingin ada lompatan untuk PTS, bisa memberikan dukungan kepada PTS. Misal untuk PTS yang unggul, ada fasilitas riset unggulan. Itu bisa menyemangati civitas academica. Sekarang, PTS diminta cari pendanaan sendiri, tapi pelaporannya ikut pemerintah. Itu tidak adil. Harusnya ada kebebasan. Pemerintah harus berani memberi kebebasan untuk PTS lebih berkreasi.

Kalau seperti itu, PTS bisa menghadirkan prodi-prodi kekinian. Sekarang susah karena bisa tidak sesuai dengan akreditasi, penamaan, dan lain sebagainya. Padahal dulu ada isu kalau sudah akreditasi A, bisa akreditasi sendiri. Itu belum terwujud.

Butuh good will dari pemerintah agar tidak sibuk dengan perguruan tinggi yang sudah posisinya di atas, tapi sibuk dengan perguruan tinggi berada di bawah. Kalau sudah berani begitu, ada kemerdekaan lebih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

41 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...
Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.