Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perguruan Tinggi Unggul Butuh Kebebasan Lebih

📅 Sabtu, 30 Des 2023, 06:59 WIB | Oleh:

Adapun pembenahannya itu kita kalau sudah ada program itu administratifnya kuat sekali. Itu kita kadang repot. Mungkin birokrasi dan administrasinya bisa dipangkas lagi. Bisa juga perguruan tinggi yang sudah unggul tidak usah terlalu ketat dalam pelaporan dan administratif. Jadi didorong juga agar merdeka secara administratif. Itu harus disinkronisasi di kementerian agar lebih mudah untuk melakukan kegiatan.

Apakah kebijakan tersebut sudah memfasilitasi PTS?

Secara umum program ini diperuntukkan semua perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS. Ada hibah untuk PTN dan PTS, tapi hibah ini melalui persaingan. Jadi, PTS kecil yang masih berjuang untuk penjaminan mutunya tidak bisa semua ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka berjuang dengan diri sendiri susah, apalagi ikut kompetisi. Ini harus ada keberpihakan. Kalau di atas itu kompetisinya seperti apa, tapi yang menengah ke bawah itu bentuknya dukungan sehingga mereka bisa berkembang. Kalau diharuskan berkompetisi dengan PTN PTS papan atas akan kesulitan.

Untuk PTS perlu dipetakan kembali mana yang butuh bantuan lebih kuat, mana PTS yang sudah unggul dan perlu dorongan di bidang tertentu. Itu juga harus dipetakan sehingga PTS bisa menikmati MBKM dan dukungan fasilitas termasuk pendanaan.

PTS kecil ini kalau tidak dibantu mereka akan menghasilkan sarjana. Hasilnya seperti apa kalau dari sisi finansial dan pengembangan program sangat terbatas. Ini akan terjadi ketimpangan kalau pemerintah tidak memfasilitasi untuk naik kelas.

Bagaimana Untar merespons kebijakan tersebut?

Untar sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi unggul, mapan, dengan perjuangan untuk meningkatkan mutu cukup panjang. MBKM kami menjalankan dengan baik. Sebelumnya ada juga penyetaraan, pengakuan nilai dari kegiatan mahasiswa dalam bentuk SKS atau penghargaan lain. Itu sudah dilakukan sebelum ada MBKM. Mahasiswa bisa mengikuti kegiatan dengan pendanaan dari kampus. Jadi, itu sudah jadi budaya di Untar. Tinggal sekarang kampus-kampus seperti Untar didorong lebih hebat lagi mahasiswa, kampus, dan dosen untuk menghasilkan SDM unggul ke depan.

Sebagai Rektor PTS, bagaimana pandangan Bapak soal kondisi PTS di Indonesia? Apa yang perlu ditingkatkan?

PTS semua tergantung yayasan, termasuk pendanaan. Kalau visinya bagus akan menciptakan perguruan tinggi yang unggul dan lulusan berkualitas. Pemikiran Yayasan agar bisa lebih luas untuk perguruan tinggi itu perlu difasilitasi dan didukung.

PTS pemikirannya terbuka. Dukungan kolaborasi dari pemerintah itu harusnya ditambahkan. Tinggal pemerintah memetakan saja mana yang akan jadi ikon di bidang tertentu untuk diberi target, itu akan jadi pemicu PTS lain.

Kemudian, dukungan untuk PTS menengah ke bawah agar bisa menjadi unggul. Ini jangan tanggung-tanggung bantuannya apakah fasilitasi dosen, peralatan laboratorium, kemudian jangan lupa mahasiswa masuk magang dalam MBKM bisa masuk industri papan atas. Kalau sekarang kapasitas kecil karena persaingan dengan perguruan tinggi yang sudah mapan.

Masih ada anggapan di masyarakat bahwa kuliah terbaik adalah di PTN. Sebagai rektor salah satu PTS bagaimana tanggapan Bapak terkait hal tersebut?

Saya kira perkuliahan itu suatu pilihan. Masyarakat kita sudah cerdas memilih perguruan tinggi. Ada teman-teman kita tidak memilih PTN atau PTS, tapi sesuai bidang. Di Untar banyak mahasiswa dari daerah yang langsung memilih Untar. Jadi, ada loyalitas yang kuat karena ini sudah beberapa generasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...
Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...
Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.