Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Ingatkan Perubahan Iklim Dapat Menggagalkan Upaya Atasi Malaria

📅 Sabtu, 02 Des 2023, 05:31 WIB | Oleh:
WHO Ingatkan Perubahan Iklim Dapat Menggagalkan Upaya Atasi Malaria Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan perubahan iklim membuat upaya melawan malaria semakin sulit.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperingatkan perubahan iklim membuat upaya melawan malaria semakin sulit karena kampanye tersebut sudah berjuang untuk menutupi kerugian yang hilang selama pandemi Covid-19.

"Perubahan iklim menimbulkan risiko besar terhadap kemajuan dalam pemberantasan malaria, khususnya di wilayah yang rentan," kata Direktur Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat menerbitkan Laporan Malaria Dunia, Kamis (30/11).

"Perubahan suhu, kelembapan, dan curah hujan memengaruhi perilaku dan kelangsungan hidup nyamuk pembawa penyakit ini, dan kejadian cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan banjir juga meningkatkan kasusnya," kata Badan Kesehatan PBB.

Dikutip dari Barron, tercatat ada 249 juta kasus malaria dan 608.000 kematian pada tahun 2022, keduanya meningkat dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. "Respons terhadap penyakit malaria yang berkelanjutan dan tangguh sangat diperlukan saat ini, ditambah dengan tindakan mendesak untuk memperlambat laju pemanasan global dan mengurangi dampaknya," kata Ghebreyesus.

WHO mengatakan perkembangbiakan dan kelangsungan hidup nyamuk yang ideal terjadi pada suhu berkisar antara 20 hingga 27 derajat Celsius.

"Sedikit pemanasan di kawasan yang lebih sejuk dan bebas malaria dapat menyebabkan kasus malaria baru," katanya.

Peningkatan Penyakit

Perpindahan populasi akibat perubahan iklim juga dapat menyebabkan peningkatan penyakit malaria karena individu yang tidak memiliki kekebalan bermigrasi ke daerah endemis.

Peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir yang melanda Pakistan pada tahun 2022 dapat menyebabkan epidemi yang besar. Sebagai penyeimbang, peningkatan kekeringan dapat menghilangkan malaria dari beberapa zona yang saat ini endemis.

Namun, WHO memperingatkan bahwa perubahan iklim secara keseluruhan menghambat upaya antimalaria. "Kami membunyikan alarm agar semua orang menyadari bahwa inilah saatnya menghentikan peningkatan suhu ini," kata Daniel Ngamije, Direktur Program Malaria Global WHO.

Saat negara ini menghadapi perubahan iklim, perjuangan global melawan malaria masih belum pulih akibat dampak Covid-19.

"Dalam hal kasus dan kematian akibat malaria, kondisi dunia saat ini lebih buruk dibandingkan sebelum pandemi," kata WHO, mengutip gangguan terhadap layanan malaria selama krisis Covid.

Negara-negara endemis malaria telah berhasil menstabilkan angka itu, namun pada tingkat yang sangat tinggi. Dampak peristiwa cuaca ekstrem, konflik dan krisis kemanusiaan, keterbatasan sumber daya, ancaman biologis, dan kesenjangan telah menghambat pemulihan.

Ngamije mengatakan kemajuan dalam memberantas malaria secara umum mengalami stagnasi selama lima tahun. "Namun, ada kabar baik, khususnya dalam hal pengenalan alat pencegahan malaria baru, terutama kelambu baru yang diresapi dengan insektisida dan yang terpenting adalah diperkenalkannya vaksin kedua untuk melawan malaria," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.