Guncangan Besar di DC Era James Gunn Terancam Berakhir, SnyderVerse Bisa Dapat Jalan Pulang
📅 Selasa, 14 Jul 2026, 11:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLOS ANGELES – Masa depan James Gunn dan Peter Safran di pucuk pimpinan DC Studios mulai diterpa spekulasi besar. Keduanya memang belum diberhentikan, tetapi laporan terbaru menyebut posisi mereka berpotensi berubah drastis apabila proses akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount benar-benar rampung.
Cosmic Book News, mengutip sejumlah sumber internal, melaporkan bahwa kontrak Gunn dan Safran disebut tidak akan diperpanjang di bawah kepemilikan baru. Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh Warner Bros. Discovery, Paramount, maupun DC Studios.
Menurut laporan itu, perubahan kepemilikan dapat memicu restrukturisasi besar-besaran terhadap bisnis DC. Mike De Luca dan Pam Abdy, yang saat ini memimpin divisi film Warner Bros., disebut berpeluang memperoleh kendali lebih besar atas proyek-proyek layar lebar DC.
Jika skenario tersebut benar-benar terjadi, DC Studios sebagai entitas yang berdiri sendiri bahkan diklaim dapat dibubarkan. Produksi film bioskop akan berada di bawah De Luca dan Abdy, sementara proyek streaming ditangani secara terpisah oleh jajaran HBO. Pendekatan membangun satu jagat sinematik terpadu seperti Marvel Cinematic Universe juga disebut berpotensi ditinggalkan.
Sebagai gantinya, DC dikabarkan akan kembali menggunakan pendekatan berbasis proyek. Setiap karakter dapat dikembangkan secara independen, sementara film crossover atau pembentukan semesta bersama dilakukan secara lebih organik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan itu berpotensi membuka kembali pintu bagi sejumlah nama besar yang sebelumnya terlibat dalam film-film DC. Zack Snyder, Matt Reeves, Ben Affleck, Christopher McQuarrie, dan Patty Jenkins disebut telah didekati untuk menyampaikan konsep maupun proposal proyek baru.
Salah satu kemungkinan yang paling menarik perhatian adalah kembalinya Snyder ke dunia DC. Laporan tersebut mengklaim masih terdapat ruang bagi proyek seperti The Dark Knight Returns maupun film Justice League garapan Snyder yang berdiri sendiri, tanpa harus menjadi bagian dari sebuah jagat sinematik terpadu.
Nama Ben Affleck juga kembali mencuat. Sebelum restrukturisasi DC di bawah Gunn dan Safran, Warner Bros. disebut sempat memiliki sejumlah rencana yang mempertahankan elemen dari era sebelumnya, termasuk kelanjutan Superman yang dibintangi Henry Cavill serta kemungkinan pengembangan proyek Batman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Christopher McQuarrie juga disebut pernah terlibat dalam pembicaraan mengenai proyek Man of Steel 2 bersama Cavill, sementara Patty Jenkins sebelumnya mempersiapkan Wonder Woman 3. Rencana-rencana tersebut akhirnya tidak berlanjut setelah DC Studios mengambil arah baru.
Di tengah rumor pergantian kekuasaan itu, hubungan antara Gunn dan sutradara The Batman, Matt Reeves, juga dikabarkan mengalami ketegangan. Cosmic Book News mengklaim keterlambatan The Batman Part II bukan semata-mata karena Reeves membutuhkan waktu lama menyelesaikan skenario, melainkan juga akibat dinamika internal di DC Studios.
Serial Arkham Asylum yang sebelumnya tidak dilanjutkan bahkan disebut kembali dipertimbangkan. Namun, seperti klaim lainnya dalam laporan tersebut, belum ada konfirmasi resmi mengenai kebangkitan proyek itu.
Tekanan terhadap kepemimpinan Gunn dan Safran disebut semakin besar menyusul performa sejumlah proyek DC. Cosmic Book News secara khusus menyoroti kinerja box office Supergirl, yang diklaim menjadi salah satu faktor yang memperbesar pertanyaan mengenai arah masa depan studio.
Meski demikian, perubahan kepemimpinan DC masih bergantung pada proses korporasi yang lebih besar. Akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount sendiri tengah menghadapi gugatan antimonopoli dari sejumlah negara bagian di Amerika Serikat.
Karena itu, untuk saat ini James Gunn dan Peter Safran masih tetap memimpin DC Studios. Belum ada pengumuman resmi bahwa keduanya akan diberhentikan ataupun bahwa Zack Snyder, Ben Affleck dan nama-nama lama lainnya akan kembali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!