Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump hingga Netanyahu Masuk Target, Surat Kabar Iran Terbitkan Daftar Balas Dendam

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Trump hingga Netanyahu Masuk Target, Surat Kabar Iran Terbitkan Daftar Balas Dendam Doc: Istimewa
Ket. Daftar yang diterbitkan Hamshahri tidak dapat serta-merta dianggap sebagai daftar resmi pemerintah Iran. Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa nama-nama yang dipublikasikan surat kabar tersebut telah mendapatkan pengesahan resmi dari kepemimpinan Iran.

TEHERAN – Bayang-bayang pembalasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei kembali menyelimuti hubungan Iran dengan negara-negara Barat. Sebuah surat kabar konservatif Iran menerbitkan daftar 13 tokoh asing yang disebut sebagai sasaran balas dendam, mencakup sejumlah pemimpin paling berpengaruh di Amerika Serikat, Israel, dan Eropa.

Dikutip dari The Telegraph, daftar itu dipublikasikan secara daring oleh Hamshahri, surat kabar yang diterbitkan oleh otoritas di Teheran, dalam bentuk infografik berisi foto para tokoh yang dianggap layak menjadi sasaran pembalasan atas kematian Ali Khamenei.

Di antara nama paling menonjol adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Daftar tersebut juga mencantumkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Publikasi itu muncul setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kembali menegaskan tekad untuk membalas kematian ayahnya. Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari, hari pertama pecahnya perang besar di kawasan.

Dalam pesannya, Mojtaba mengatakan Iran telah menyusun daftar orang-orang yang akan menjadi sasaran pembalasan. Namun, ia tidak menyebutkan nama mereka.

Karena itu, daftar yang diterbitkan Hamshahri tidak dapat serta-merta dianggap sebagai daftar resmi pemerintah Iran. Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa nama-nama yang dipublikasikan surat kabar tersebut telah mendapatkan pengesahan resmi dari kepemimpinan Iran.

Namun, kemunculan daftar itu tetap menambah ketegangan. Terlebih, publikasi tersebut datang setelah Mojtaba menyampaikan ancaman keras terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian ayahnya.

Infografik itu pertama kali dipublikasikan secara daring pada 11 Juli, tetapi dilaporkan tidak muncul dalam edisi cetak Hamshahri pada hari berikutnya.

Masuknya sejumlah pemimpin Eropa dalam daftar tersebut juga mencerminkan kemarahan Teheran terhadap negara-negara Barat. Selama perang, Iran menuduh sejumlah negara Eropa gagal mengecam serangan terhadap wilayahnya dan turut membantu operasi militer Amerika Serikat, termasuk dengan memberikan akses terhadap wilayah udara.

Publikasi daftar 13 tokoh itu kini menjadi babak baru dalam perang ancaman antara Iran dan musuh-musuhnya. Meski belum terbukti sebagai kebijakan resmi negara, pesan politik yang disampaikan cukup jelas: kematian Ali Khamenei belum dianggap sebagai perkara yang selesai oleh kelompok garis keras di Teheran.

Empat bulan setelah serangan yang menewaskan pemimpin tertingginya, Iran masih berbicara tentang pembalasan. Kini, untuk pertama kalinya, wajah sejumlah pemimpin dunia ditampilkan dalam sebuah daftar yang mengubah ancaman abstrak menjadi pesan yang jauh lebih personal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS dan Jepang Bahu-membahu ...

Obligasi Daerah Jangan Jadi Beban

12 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Obligasi Daerah Jangan Jadi...

Gerak Cepat, KAI Sumut Evakuasi KA Putri Deli yang Anjlok

55 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Gerak Cepat, KAI Sumut Evak...
Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.