Keterlibatan Tiongkok dan Amerika Serikat Penting bagi Masa Depan Global
📅 Selasa, 21 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/MARK SCHIEFELBEIN/POOL
ISLAMABAD - Sebagai dua perekonomian terbesar, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) harus terlibat dengan satu sama lain guna menciptakan masa depan yang tangguh dan berkelanjutan bagi dunia, demikian disampaikan oleh seorang ekonom Pakistan.
"Masa depan dunia yang tangguh hanya dapat terjadi jika kedua perekonomian tersebut saling terlibat," tutur Mahmood Khalid, seorang ekonom riset senior di Lab Kebijakan Makro di Institut Ekonomi Pembangunan Pakistan, sebuah wadah pemikir (think tank) yang berbasis di Islamabad, kepada Xinhua dalam wawancara, baru-baru ini.
Seperti dikutip dari Antara, Khalid mengatakan Tiongkok merupakan motor pertumbuhan bagi seluruh dunia dan menjadi mitra dagang yang penting bagi hampir semua negara. Dia menambahkan bahwa Tiongkok berperan krusial dalam menyediakan solusi yang berorientasi teknologi dan lebih hemat biaya dalam rantai pasokan internasional.
Oleh karena itu, jika kedua perekonomian itu tidak saling terlibat, dunia tidak akan bisa mencapai masa depan ekonomi yang tangguh dan makmur, imbuhnya. "Sekarang, ini bukan hanya tentang AS dan Tiongkok. Ini tentang seluruh dunia, jadi kita melihatnya sebagai tonggak penting."
Terkait skenario ekonomi global, Khalid mengatakan kondisi saat ini tidak cukup kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, sementara keadaan dapat menjadi lebih buruk jika kedua perekonomian maju tersebut tidak saling bekerja sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemakmuran Bersama
Seraya memuji Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) yang diusulkan oleh Tiongkok, ekonom tersebut menuturkan Tiongkok berupaya mewujudkan kemakmuran bersama dan masa depan dunia.
Masa depan global yang lebih baik hanya dapat terwujud jika perekonomian negara-negara maju dan negara-negara besar menyadari pentingnya multilateralisme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dunia telah menyaksikan kesuksesan multilateralisme di platform-platform, seperti Organisasi Perdagangan Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mana terdapat konvensi internasional tertentu yang telah diratifikasi oleh setiap negara, seperti perubahan iklim dan hak kekayaan intelektual.
Sebelumnya, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan pertemuan Biden dan Xi merupakan langkah penting dalam menjaga hubungan antara dua kekuatan besar dunia itu agar lebih stabil. Kontak erat di semua tingkatan termasuk tingkat tertinggi harus terus berlanjut, terutama mengingat peristiwa-peristiwa penting pada tahun 2024.
"Akan ada isu-isu yang akan muncul berbagai titik panas yang mungkin ada perkembangannya. Jika mereka melakukan kontak, saya pikir Anda memiliki peluang lebih baik untuk menjaga keseimbangan," kata Lee.
Dikutip dari The Straits Times, itu termasuk pemilu di Amerika Serikat dan Asia. Taiwan yang merupakan titik rawan dalam hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, tinggal dua bulan lagi untuk mengadakan pemilihan presiden pada tanggal 13 Januari.
Dia menambahkan, dunia yang tidak dapat diprediksi ini, Singapura harus terus mengandalkan akal sehatnya untuk mencari nafkah.
"Namun meskipun ini merupakan langkah penting, saya rasa hubungan Tiongkok-AS tidak bisa diperbaiki dengan cepat," kata Lee, menyampaikan penilaiannya terhadap pertemuan tersebut dalam wawancara penutup dengan media Singapura di pertemuan tersebut, sebelum ia mengakhiri kunjungan kerjanya selama enam hari ke AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!