Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hutan Menjadi Alat Utama dalam Menghadapi Krisis Iklim

📅 Rabu, 15 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Hutan Menjadi Alat Utama dalam Menghadapi Krisis Iklim Doc: AFP/MICHAEL DANTAS
Ket. Pemandangan Hutan Adolpho Ducke, bagian dari hutan hujan Amazonia, terletak di Manaus, Amazonas, Brasil, beberapa waktu lalu. Meskipun hutan dapat membantu memerangi perubahan iklim, namun penggunaan hutan untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca di masa depan akan menjadi kontraproduktif.

SAO PAULO - Sebuah studi ilmiah yang diterbitkan pada Senin (13/11) menyatakan pohon menjadi alat utama dalam menghadapi krisis iklim dan pengurangan bahan bakar fosil.

"Memulihkan hutan global dapat menyerap 22 kali lebih banyak karbon dari emisi dunia dalam satu tahun," kata makalah yang diterbitkan di jurnal Nature oleh ahli ekologi Thomas Crowther, dari Institut Teknologi Federal Swiss di Zurich itu.

Dikutip dari The Straits Times, studi ini mempertimbangkan restorasi hutan di tempat yang seharusnya ada secara alami jika bukan karena manusia, baik dengan membiarkan hutan yang terdegradasi tumbuh kembali atau dengan menghutankan kembali kawasan yang gundul, namun tidak mencakup kawasan yang penting untuk pertanian atau sudah berubah menjadi kota.

Penelitian tersebut menemukan bahwa mencapai potensi restorasi penuh di dunia akan menghilangkan sekitar 226 gigaton kelebihan karbon dari atmosfer, atau sekitar sepertiga jumlah yang ditambahkan ke atmosfer sejak revolusi industri.

"Tidak ada pilihan antara alam dan dekarbonisasi. Kita harus mengambil langkah-langkah untuk mencapai keduanya secara bersamaan," kata Crowther.

Studi tersebut, dan lebih dari 200 peneliti lainnya, menawarkan pembaruan besar pada makalah tahun 2019 yang memicu perdebatan sengit di komunitas ilmiah.

Jadi Kontraproduktif

Menurut Crowther, temuan ini menunjukkan meskipun hutan dapat membantu memerangi perubahan iklim, namun penggunaan hutan untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca di masa depan akan menjadi kontraproduktif.

"Emisi tambahan apa pun akan memperburuk perubahan iklim dan cuaca ekstrem, merusak hutan, dan mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap karbon. Itu akan meniadakan manfaat offset," katanya.

"Gagasan untuk mendapatkan kompensasi hanya melalui penanaman pohon kini bertentangan dengan apa yang dikatakan ilmu pengetahuan," kata Crowther.

Crowther berencana menghadiri KTT Iklim PBB, Conference of the Parties 28 (COP-28) mendatang di Dubai untuk menyampaikan pesan itu kepada para pembuat kebijakan. "Makalah ini harus menjadi makalah yang bisa menghentikan greenwashing," katanya kepada Reuters.

Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari penelitian penting pada 2019 yang juga ditulis oleh Crowther, menunjukkan bahwa 205 gigaton karbon dapat diserap melalui restorasi hutan. CEO Salesforce, Marc Benioff, membaca penelitian tersebut dan terinspirasi untuk bekerja sama dengan Forum Ekonomi Dunia untuk mengembangkan inisiatif penanaman satu triliun pohon.

Namun upaya makalah dan triliunan pohon ini, yang dengan cepat didukung oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, memicu kontroversi di kalangan ilmuwan dan pemerhati lingkungan.

Banyak ilmuwan, termasuk aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, mengatakan pepohonan dianggap sebagai solusi yang terlalu sederhana untuk mengatasi krisis iklim dan dapat mengalihkan perhatian dari upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang merupakan penyebab utama perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.