Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jatah Emisi Karbon Tinggal 3 Tahun, Dunia Kehabisan Waktu Mengatasi Dampak Terburuk Krisis Iklim

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jatah Emisi Karbon Tinggal 3 Tahun, Dunia Kehabisan Waktu Mengatasi Dampak Terburuk Krisis Iklim Doc: The Conversation

Piers Forster, University of Leeds dan Debbie Rosen, University of Leeds

Di mana-mana bertebaran berita buruk tentang iklim. Afrika menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh perubahan iklim dan cuaca ekstrem, yang mengancam kehidupan dan mata pencaharian masyarakatnya.

Kita hidup di masa dunia mengalami laju pemanasan tercepat dalam rekor sejarah. Namun, respons pemerintah di berbagai belahan dunia  masih saja lamban.

Konferensi tahunan perubahan iklim dunia, conference of the parties (COP30) hanya tinggal beberapa bulan lagi. Sebanyak 197 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya sudah menyerahkan pembaruan rencana aksi iklim nasional mereka kepada PBB pada Februari lalu.

Rencana-rencana ini, yang dikenal sebagai kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau Nationally Determined Contributions (NDC), merinci bagaimana masing-masing negara akan memangkas emisi gas rumah kaca mereka sesuai dengan Perjanjian Paris.

Perjanjian ini mewajibkan seluruh penandatangannya untuk membatasi pemanasan global yang disebabkan manusia tidak lebih dari 1,5°C di  atas suhu praindustri.

Pemerintah juga diminta untuk membawa rencana aksi iklim terbaru mereka ke COP30 dan menunjukkan bagaimana mereka akan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Namun sejauh ini, baru 25 negara—yang hanya mewakili sekitar 20% dari total emisi global— yang sudah menyerahkan pembaruan NDC mereka. Ini berarti masih ada 172 negara yang belum mengirimkan rencananya, termasuk Indonesia.

NDC sangat penting dalam menentukan komitmen jangka pendek hingga menengah suatu negara terhadap perubahan iklim. NDC juga dapat memberikan arah kebijakan dan investasi yang lebih luas. Menyatukan rencana iklim dengan tujuan pembangunan nasional bisa membantu mengangkat 175 juta orang dari kemiskinan.

Tetapi sepertinya, dari seluruh rencana yang telah diserahkan, hanya rencana aksi iklim Inggris yang dianggap sejalan dengan Perjanjian Paris.

Kami adalah ilmuwan iklim, dan salah satu dari kami, Piers Forster, memimpin tim ilmuwan global yang menerbitkan laporan tahunan Indikator Perubahan Iklim Global. Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi sistem iklim dunia.

Laporan ini dibuat berdasarkan data perhitungan emisi bersih gas rumah kaca global, konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, kenaikan suhu di permukaan Bumi, serta seberapa besar pemanasan yang disebabkan oleh manusia.

Selain itu, laporan ini juga melihat bagaimana intensitas suhu ekstrem dan curah hujan semakin meningkat, seberapa besar kenaikan permukaan air laut, serta berapa banyak karbon dioksida yang masih bisa dikeluarkan sebelum suhu planet ini melampaui ambang 1,5°C dibanding masa praindustri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.