Aliansi Intelejen Sekutu: Tiongkok sedang Melancarkan Kampanye Spionase Global
📅 Senin, 23 Okt 2023, 15:32 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
NEW YORK CITY -Dalam acara 60 Minutes baru-baru ini, para dikrektur badan intelejen antara Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, membeberkan sepak terjang Tiongkok dalam melancarkan ajang spionase global.
Mereka tergabung dalam Five Eyes, aliansi yang dibentuk setelah Perang Dunia II.
Dilansir oleh CBS News, dalam kesempatan tersebut, Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI), Christopher Wray, mengeluarkan peringatan keras: Tiongkok sedang melakukan kampanye spionase global.
"Republik Rakyat Tiongkok mewakili ancaman terbesar bagi generasi ini, era ini," kata Wray kepada Pelley dalam siaran tersebut.
"Tidak ada negara yang menghadirkan ancaman yang lebih luas dan komprehensif terhadap ide-ide kita, inovasi kita, keamanan ekonomi kita, dan pada akhirnya keamanan nasional kita".
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan, selain ancaman terhadap keamanan nasional, Tiongkok juga telah mencuri kekayaan intelektual dari perusahaan-perusahaan.
Direktur Jenderal Organisasi Intelijen Keamanan Australia, Mike Burgess, mengatakan salah satu cara Tiongkok mencuri kekayaan intelektual adalah dengan menargetkan orang-orang di situs jaringan profesional.
Dengan berpura-pura menjadi konsultan atau tuan rumah konferensi, aktor negara Tiongkok akan menggunakan situs tersebut untuk memikat pengusaha ke negara ketiga. Saat berada di sana, para agen Tiongkok dapat mengakses komputer target di kamar hotelnya dan mencuri kekayaan intelektual dari perusahaan target.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka mengambil keuntungan komersial dan merugikan kita," Burgess memperingatkan.
Menargetkan oposisi
Melalui program yang disebut Operasi Fox Hunt, Beijing juga disebut menargetkan para pembangkang atau oposisi yang berada di seluruh dunia, inisiatif yang konon bertujuan melokalisir buronan yang dituduh melakukan korupsi dalam negeri.
Menurut Wray, Tiongkok menggunakan program tersebut untuk melecehkan, menguntit, mengawasi, dan mengintimidasi para pembangkang Tiongkok di negara-negara asing.
"Ini adalah operasi penegakan hukum yang tidak terkoordinasi dan melanggar kedaulatan kami dan norma-norma internasional," kata Wray.
Ancaman spionase Rusia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!